INFO TEMPO – Pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus peringatan HUT ke-53 PDIP mendapat perhatian luas, khususnya dari kalangan kader muda. Di tengah dinamika politik nasional, Megawati memilih menempatkan empati terhadap bencana alam dan isu perubahan iklim sebagai pesan utama.
Politikus muda PDIP, Muhammad Syaeful Mujab, menilai pidato tersebut mencerminkan sikap kenegarawanan yang kuat. Menurutnya, Megawati tidak terjebak pada narasi politik kekuasaan, melainkan menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat, terutama pascabencana banjir bandang di Sumatera Barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Di saat situasi bencana melanda, Ibu Megawati memilih untuk tidak fokus bicara politik kekuasaan. Ini adalah sikap kenegarawanan yang luar biasa,” ujar Mujab dalam konferensi pers di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Ahad, 11 Januari 2026.
Mujab menekankan, perhatian Megawati terhadap isu lingkungan bukanlah hal baru. Ia mengutip pernyataan Megawati setelah bertemu Paus Fransiskus yang menyebut perubahan iklim sebagai ancaman global yang bahkan lebih mengkhawatirkan dibandingkan perang.
“Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan langkah mitigasi yang tepat. Pidato Bu Mega menunjukkan kepedulian terhadap keadilan antargenerasi, bagaimana generasi hari ini bertanggung jawab agar generasi mendatang tetap memiliki alam yang layak untuk ditinggali,” jelasnya.
Dalam pidato tersebut, Megawati juga menegaskan prinsip kearifan lokal Jawa, Memayu Hayuning Bawana, yang bermakna merawat dan memperindah keharmonisan dunia. Bagi Mujab, nilai ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan bagian tak terpisahkan dari menjaga kehidupan manusia.
Kader muda PDIP lainnya, Mega Putri Novia, menilai kekhawatiran Megawati terhadap eksploitasi alam, khususnya di wilayah Sumatera, sejalan dengan ajaran Bung Karno sejak awal kemerdekaan.
“Bu Mega sangat menaruh perhatian pada kondisi lingkungan. Beliau selalu mengingatkan generasi muda agar tidak melakukan eksploitasi berlebihan. Sejak 1946, Bung Karno sudah mengaitkan ketahanan pangan dengan kelestarian hutan dan sumber-sumber air,” kata Mega.
Ia menambahkan, pesan Megawati dalam Rakernas I PDIP merupakan seruan moral bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui tata kelola negara yang lebih amanah dan berpihak pada rakyat.
“Tantangannya adalah bagaimana anak muda berkontribusi mengubah yang tidak amanah menjadi amanah, demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan Indonesia,” pungkasnya.(*)






