KETUA Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengklaim partainya adil dalam melihat kebijakan pemerintah. PDI Perjuangan akan mengkritik pemerintah bila ada kebijakan yang dianggap keliru. Sebaliknya, PDI Perjuangan juga akan mendukung kebijakan pemerintah bila dinilai baik.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Kalau memang kebijakan itu bagus, kami harus dukung. Tapi kalau kebijakan itu salah, kami harus kritis untuk menyampaikan bahwa itu tidak benar,” dia di sela rapat kerja nasional (rakernas) PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 10 Januari 2026.
Djarot mencontohkan sikap PDI Perjuangan menyikapi penanganan bencana Sumatera oleh pemerintah. PDI Perjuangan menilai bencana Sumatera memiliki berdampak besar. Mereka meminta pemerintah menerapkan status bencana nasional.
Namun, pemerintah tidak menanggapi. PDI Perjuangan memutuskan untuk memberikan bantuan. Ketua Umum PDI Perjuangan juga menginstruksikan semua bantuan diturunkan.
“Termasuk juga meluncurkan Kapal Laksamana Malahayati untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan,” ujar dia.
PDI Perjuangan menggelar rapat kerja nasional pada Sabtu, 10 Januari 2026hingga Senin, 12 Januari 2026. DPP PDIP mengusung tema Satyam Eva Jayate dengan sub tema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”. Satyam Eva Jayate adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya “Kebenaran akan Menang”.
Sedangkan, ‘Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya’ yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman menggambarkan daya tahan yang menyertai Satyam Eva Jayate.
Rangkaian agenda dimulai dari pembukaan HUT ke-53 PDIP pada 10 Januari yang kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Rakernas hingga 12 Januari 2026. Rakernas ini menindaklanjuti hasil Kongres ke-VI PDIP yang dilaksanakan Agustus 2025 lalu.






