Unpad Tak Gunakan Nilai TKA untuk Seleksi Masuk

Universitas Padjadjaran atau Unpad memastikan tidak akan menggunakan nilai tes kemampuan akademik (TKA) sekolah untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Rektor Unpad Arief S. Kartasasmita mengatakan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ke Unpad berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami menggunakan nilai rapor sebagai patokan utama, TKA mungkin hanya sebagai pembanding saja kalau memang diperlukan,” ujar Arief di laman Unpad pada Sabtu 10 Januari 2026.

Sementara menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Zahrotur Rusyda Hinduan, TKA dipakai untuk melihat kesetaraan sekolah. Sementara saringan jalur lain yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tetap menggunakan nilai ujian tulis berbasis komputer atau UTBK. “SNBT tidak pakai TKA apalagi seleksi mandiri yang kebijakan Unpad bukan nasional,” katanya kepada Tempo, Sabtu 10 Januari 2026.

Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Anas mengatakan SNBP tidak bergantung dari nilai TKA. Penilaian utama dalam SNBP didasarkan pada konsistensi prestasi belajar siswa di sekolah sejak semester awal hingga kelas akhir.

Sedangkan, TKA hanya berfungsi untuk memastikan penilaian berlangsung secara wajar dan adil tanpa menjadi penentu kelulusan. “Kebijakan tersebut wajib dipahami benar karena berbeda tiap universitas. Kemudian kenali materi seleksi dan atur strateginya,” kata dia.

Anas mengatakan bahwa secara nasional terdapat dua jalur seleksi utama, yakni SNBP dan SNBT yang diikuti oleh seluruh perguruan tinggi negeri. Selain itu, Unpad juga membuka Seleksi Mandiri melalui Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) dengan beberapa skema pilihan.

“Terdapat empat jalur utama dalam SMUP Mandiri, yaitu prestasi akademik, minat dan bakat, kelas internasional (IUP), dan kemitraan strategis,” katanya.

Unpad juga memastikan uang kuliah tunggal atau UKT tidak akan naik setidaknya hingga 2029. Menurut Rektor Arief, besaran UKT Unpad dalam rentang nominal yang relatif terjangkau. Arief mengatakan para orang tua dan mahasiswa tidak perlu khawatir terhadap UKT.

Selain itu kampus juga menawarkan banyak beasiswa bagi mereka yang membutuhkan dukungan finansial untuk kelanjutan studi. Salah satu sumber beasiswa Unpad berasal dari pengembangan Dana Abadi yang saat ini berjumlah kurang lebih Rp 74 miliar. Hingga medio 2025 dari total sekitar 32.000 mahasiswa, kurang lebih 7.600 di antaranya terbantu melalui beragam program beasiswa.

  • Related Posts

    Waka Komisi IV DPR: Warga Manfaatkan Kayu Banjir Sumatera Butuh Payung Hukum

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang dapat dimanfaatkan oleh warga. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendukung dan…

    KPK Tangkap Pejabat Pajak Jakut Saat Bagi-bagi Dolar Singapura Jatah Suap

    Jakarta – KPK menetapkan 5 orang sebagai tersangka suap pengurangan nilai pajak pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara (Jakut). Para tersangka ditangkap saat bagi-bagi Dolar Singapura hasil suap.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *