Ketum PDIP Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute di Rakernas 2026

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menandatangani akta notaris pendirian Kantor Megawati Institute dalam acara Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Partai. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta pada Sabtu 10, Januari 2025.

Proses penandatangan disaksikan oleh Ketua DPP PDIP Darmadi Durianto dan Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey serta ribuan kader partai. Mereka terdiri atas jajaran pengurus pusat (DPP), pengurus daerah (DPD dan DPC) tingkat provinsi serta kabupaten/kota.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hadir pula anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Megawati Institute merupakan lembaga nonprofit yang didirikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai wadah pemikiran (think tank) yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Lembaga ini merangkul pemikiran para cendekiawan, baik yang terafiliasi dengan PDI Perjuangan maupun dari kalangan independen.

Saat ini, Megawati Institute dipimpin oleh mantan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid.

Selain itu, Megawati juga memimpin prosesi pemotongan tumpeng di hadapan ribuan kader partainya. Presiden Kelima Republik Indonesia ini didampingi oleh Ketua DPP PDIP, M.Prananda Prabowo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey.

Megawati kemudian memberikan potongan tumpeng secara khusus kepada sejumlah tokoh, di antaranya kakak sulung Megawati, Guntur Soekarnoputra, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, Staf Sekretariat Partai Sri Mastuti, dan Satgas PDIP Broto.

Megawati memotong tumpeng lalu mempersilahkan mereka untuk melengkapi pilihan yang dikehendaki dari tumpeng yang tampak menjulang tersebut.

Dalam Rakernas yang dilaksanakan mulai 10 hingga 12 Januari 2026 ini, PDIP mengusung tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya”.

Satyam Eva Jayate merupakan semboyan dari bahasa Sanskerta yang berarti “Kebenaran Pasti Menang”. Sementara itu, subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya” diambil dari kutipan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya pada stanza kedua, yang melambangkan kesetiaan menjaga kedaulatan bangsa. (*)

  • Related Posts

    Ini Alasan Petugas Haji Bakal Digembleng Semi-Militer

    KEMENTERIAN Haji dan Umrah mulai menerapkan pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan pola semi-militer bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Kemenhaj menjelaskan pola ini diterapkan untuk menjawab keluhan…

    Muswil PPP se-Papua Raya, Tonggak Dimulainya Konsolidasi Partai Menuju Pemilu 2029

    INFO TEMPO – Suara hentakan alat musik tifa menggema di Ballroom Hotel Suni Abepura, Jayapura, Papua pada Sabtu, 10 Januari 2026. Suara yang ditabuh di antaranya oleh Ketua Umum Dewan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *