Gunakan NST, 14.582 Orang Bersaing Jadi Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Jakarta

Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia bersaing dalam seleksi penerimaan angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Seleksi sekolah unggulan itu menggunakan Nusantara Standard Test (NST) atau Tes Potensi Akademik (TPA).

Pelaksanaan NST 2026 berpusat di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/1/2026). Tes ditinjau langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Turut mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid; serta Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan.

Sistem Seleksi Digital dan Meritokrasi NST 2026 menjadi instrumen utama dalam penjaringan talenta nasional berbasis meritokrasi. Ujian ini menggunakan sistem pengawasan digital berlapis dengan melibatkan 176 operator pengawas pusat untuk memastikan proses yang objektif, transparan, dan akuntabel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Melalui NST, proses seleksi dirancang agar tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta, melainkan pada kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi,” jelas Dedi.

Dedi menambahkan, kehadiran jajaran menteri dalam peninjauan ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap upaya Polri dalam membangun ekosistem pendidikan berkualitas. “Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat karena kehadiran Bapak Menteri Pendidikan Tinggi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital menjadi dukungan nyata terhadap program seleksi ini,” tegasnya.

Jumlah pendaftar tahun ini meningkat signifikan, mencapai 14.582 peserta atau naik lebih dari 20 persen dibandingkan angkatan pertama tahun sebelumnya (11.765 pendaftar). Peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas pembinaan di SMA KTB.

Alur seleksi dilakukan secara ketat melalui beberapa tahapan. Tahap pertama, penyaringan Daerah: Polda di seluruh Indonesia menyaring 20 persen peserta dengan nilai tertinggi. Tahap selanjutnya, seleksi pusat di Akpol, sebanyak 400 peserta terbaik akan dikirim ke Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang pada akhir Maret 2026.

Kemudian, pada tahap akhir, peserta menjalani tes kesehatan menyeluruh, psikologi mendalam, penelitian personel, serta kesamaptaan jasmani untuk memperebutkan 180 kursi siswa terpilih.

(aik/aik)

  • Related Posts

    Divonis 15 Tahun Bui, Anak Buron Riza Chalid: Saya Akan Terus Cari Keadilan

    Jakarta – Anak buron Riza Chalid, Muhamad Kerry Adrianto Riza divonis 15 tahun penjara di kasus korupsi tata kelola minyak mentah. Kerry mengatakan banyak fakta sidang yang tak dimasukkan dalam…

    PDIP Minta Impor 105 Ribu Pikap dari India Dibatalkan: Tidak Transparan

    Jakarta – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDIP Komisi VI DPR, Mufti Anam, menyayangkan impor 105 ribu unit pikap dari India. Mufti Anam meminta proses impor pikap tersebut dibatalkan lantaran dinilai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *