Gubernur Pramono Bakal Bangun Kembali JPO Sarinah

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jakarta bakal membangun kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Hingga kini, pemerintah daerah belum merinci desain maupun kebutuhan anggaran proyek JPO Sarinah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Belum ada detail rencana dan anggarannya,” kata Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim, saat dikonfirmasi, Sabtu, 10 Januari 2026.

Rencana pembangunan ulang JPO Sarinah mencuat setelah Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut fasilitas tersebut masih sangat dibutuhkan, terutama bagi penyandang disabilitas. Menurut Pramono, JPO dapat membantu kelompok difabel menyeberangi jalan dengan lebih aman di kawasan Sarinah yang padat lalu lintas. 

“Jadi, JPO Sarinah dalam kajian. Ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan, kemudian kenapa diadakan,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat, 9 Januari 2026, dikutip dari Antara

Pramono mengakui rencana tersebut memantik pro dan kontra di tengah masyarakat. Salah satu keberatan datang dari kelompok pejalan kaki yang menginginkan penyeberangan tetap dilakukan di permukaan jalan melalui pelican crossing, yakni fasilitas penyeberangan dengan lampu lalu lintas dan tombol khusus bagi pejalan kaki.

Pramono memastikan pelican crossing di kawasan Sarinah tidak akan ditutup meski JPO kembali dibangun. Menurut dia, kedua fasilitas tersebut akan tetap tersedia sebagai pilihan bagi warga. “Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat. Jalan kaki di bawah tetap dibuka, kemudian di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap, semua tak ada yang ditutup,” ujar Pramono.

Pramono mengatakan keputusan terkait pembangunan JPO Sarinah sebenarnya telah dibahas sejak masa gubernur sebelumnya. Namun, sebagai Gubernur Jakarta saat ini, ia menegaskan bertanggung jawab atas kebijakan tersebut. “Urusan Sarinah terus terang keputusannya sebenarnya sudah dulu tetapi saya sebagai Gubernur sekarang, saya bertanggung jawab untuk itu,” kata dia. 

JPO Sarinah tercatat dibongkar dan ditutup pada 2022, saat Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta. Penutupan diklaim sebagai bagian dari penataan kota dan pertimbangan estetika. Pemprov beralasan keberadaan jembatan tersebut menghalangi pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta deretan bangunan bersejarah di kawasan Bundaran HI.

Sebagai pengganti, Pemprov DKI menerapkan pelican crossing di kawasan tersebut. Fasilitas penyeberangan sebidang ini dinilai lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, serta ibu hamil. Belakangan, Pemprov kembali membuka kajian ihwal keberadaan JPO Sarinah, dengan menimbang aspek keselamatan dan kebutuhan seluruh pengguna jalan.

  • Related Posts

    KPK Tetapkan 5 Orang Tersangka OTT Pajak, Termasuk Kepala KPP Madya Jakut

    Jakarta – KPK telah menetapkan 5 tersangka terkait operasi tangkap tangan pejabat pajak di Jakarta Utara (Jakut). Salah satu tersangka adalah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara Dwi…

    OTT Perdana KPK di 2026: Dugaan Suap Jerat Pejabat Pajak

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) perdana tahun 2026. Operasi ini menyasar pejabat pajak di Jakarta Utara (Jakut). Perihat OTT itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *