BANJIR bandang dan tanah longsor terjang Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara pada Jumat petang, 9 Januari 2026. Kini akses ke desa wisata di lereng Pegunungan Muria tersebut terputus dan listrik padam.
Banjir menggerus jalan satu-satunya menuju desa tertinggi di Kabupaten Jepara tersebut. Aliran Sungai Gelis menerjang jalan di sebelahnya. Akibatnya jalan aspal tersebut hilang.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Aliran air bercampur batu, lumpur, dan kayu menerjang rumah warga di Dukuh Kemiren di RW I Desa Tempur. Sungai kecil tak jauh dari rumah itu tak mampu menampung debit material yang melintas.
Sejumlah titik tanah longsor juga menutup jalan ke Desa Tempur. Beberapa tiang listrik tumbang. Jaringan listrik dan komunikasi di Desa Tempur putus hingga kini.
Warga yang bertempat tinggal di sekitar sungai mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Mereka juga membawa hewan ternak untuk diungsikan.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan telah memerintahkan jajarannya ke Desa Tempur. “Semua tim lagi dikerahkan ke sana,” ucap dia Sabtu 10 Januari 2026.
Banjir bandang pernah menerjang Desa Tempur pada 2006 silam. Ketika itu banjir mengisolir desa tersebut berbulan-bulan.






