MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan pemulihan infrastruktur fasilitas kesehatan di tiga provinsi Sumatera yang terdampak bencana dapat selesai sepenuhnya pada Maret 2026.
“Kami targetkan Maret 2026 ini recovery total dari seluruh rumah sakit dan puskesmas (terdampak banjir Sumatera),” kata Budi di Yogyakarta, Kamis 8 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Budi mengatakan, langkah pemulihan fasilitas kesehatan terdampak bencana ini dilakukan ke dalam beberapa tahap. Sembari memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses medis meski dalam kondisi darurat.
Ia memaparkan, pada fase awal, pihaknya memprioritaskan pembersihan sisa material banjir dan lumpur yang sebelumnya menimbun sembilan rumah sakit hingga setinggi badan orang dewasa.
Upaya tersebut telah membuahkan hasil pada pertengahan Desember 2025 lalu. Di mana seluruh rumah sakit yang terdampak parah telah berhasil dibuka kembali untuk melayani pasien, khususnya pada unit gawat darurat (IGD).
“Dari total 850 puskesmas yang sempat berhenti beroperasi saat bencana, kini tinggal empat unit yang masih dalam proses pemulihan intensif agar bisa segera melayani warga kembali,” ujar Budi.
Selain perbaikan fisik bangunan, Budi mengatakan pihaknya juga berfokus pada perbaikan sarana penunjang seperti ambulans dan alat kesehatan (alkes) yang rusak berat.
Ia mengatakan, akibat bencana itu, total ada 205 unit ambulans mengalami kerusakan.
Kementerian Kesehatan pun telah menggandeng sejumlah perusahaan otomotif untuk menerjunkan montir langsung ke lokasi bencana melalui layanan servis jemput bola.
Hingga saat ini, 50 unit ambulans telah rampung diperbaiki, sementara 80 unit lainnya masih dalam penanganan bengkel karena memerlukan perbaikan mesin yang cukup signifikan.
Budi membeberkan, di sisi lain, pihaknya juga menyebut kerusakan ribuan perangkat komputer, furnitur medis, dan alat kesehatan vital yang terendam banjir dalam bencana Sumatera.
Ia mengungkapkan bahwa para teknisi telah dikerahkan ke seluruh titik untuk mengidentifikasi perangkat mana saja yang masih bisa diselamatkan atau harus diganti baru.
“Kami sudah hitung, butuh anggaran sekitar Rp 500 miliar untuk perbaikan dan penggantian alat kesehatan yang rusak dan sarana prasarananya. Anggaran sedang kami ajukan supaya bisa dapat cepat penggantian,” kata dia.
Budi membeberkan, saat ini, layanan kesehatan terdampak banjir di Sumatera itu masih banyak membutuhkan mebel pendukung.
“Tempat tidur ada tapi kasurnya hilang. Komputer itu hampir semua tidak bisa diperbaiki, butuh ribuan komputer,” kata dia.






