PELAKSANA tugas Kepala BPBD Kabupaten Banjar Yayan Daryanto mengatakan pemerintah daerah memperpanjang masa tanggap darurat bencana sampai 12 Januari 2025 di Banjar, Kalimantan Selatan. Beberapa langkah telah dilakukan seperti mendirikan dapur umum yang dikelola bersama dinas sosial kabupaten dan kota.
“Ada juga bantuan Brimob Polda Kalimantan Selatan dan dapur dikelola masyarakat,” kata dia dipantau YouTube BNPB, Kamis, 8 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
BPBD Kabupaten Banjar juga telah mengirimkan logistik ke beberapa titik terdampak banjir dan pengungsian. Namun, Yayan tidak menjelaskan jumlah logistik yang sudah dikirimkan.
Data 7 Januari 2026 mencatat ada 12 kecamatan dan 145 desa terdampak bencana. Sebanyak 8.677 rumah juga terendam banjir. Bencana ini juga menyebabkan 48.876 kepala keluarga dan 135.704 jiwa terdampak. Ada 3.057 jiwa yang mengungsi di beberapa titik dan rumah kerabat.
BPBD Banjar juga sudah mendistribusikan beberapa bantuan alat seperti tenda pengungsian. BPBD Banjar juga mendistribusikan tendon air untuk wilayah yang kesulitan air.
“Termasuk tendon air dan distribusi air. Sumur sudah tertutup banjir. Sehingga tidak bisa digunakan. Kami distribusikan air,” kata dia.
Yayan mengatakan petugas kesulitan untuk memberikan bantuan ke wilayah yang akses jalannya terputus. Sehingga petugas harus memutar untuk mencapai titik yang terjauh dan terluar.






