Anak-anak Korban Bencana di Aceh Dapat Layanan Psikososial

ORGANISASI kemanusiaan, Save The Childern, membuka layanan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Humanitarian Save The Childern Indonesia Fadli Usman mengatakan layanan psikososial tidak hanya dibuka di wilayah Aceh, namun juga dengan wilayah terdampak lain. “Kami juga aktifkan ruang sahabat anak bagi mereka yang terdampak,” kata Fadli saat dihubungi pada Jumat, 9 Januari 2025.

Ruang sahabat anak ini, dia menjelaskan, merupakan wahana pemulihan anak dengan cara mengajak anak-anak terdampak bencana untuk berkreasi dan mengekspresikan diri, baik tentang kecemasan maupun apa yang menjadi kesukaannya.

Sedangkan, layanan psikososial untuk di wilayah Sumatera Utara, Save The Childern Indonesia menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara guna mendukung layanan ini. “Sementara di Aceh, kami masih melakukan mandiri,” ujar Fadli.

Adapun layanan psikososial yang dibuka Save The Childern, dia menjelaskan, berbeda dengan layanan trauma healing pada umumnya. Layanan ini merupakan pertolongan pertama guna mendiagnosa dan memulihkan psikologis anak.

Tetapi, kata Fadli, ketika hasil diagnosa menemukan adanya anak yang mengalami kecemasan berlebih, maka anak tersebut akan dirujuk guna memperoleh penanganan yang lebih serius. “Dirujuk ke psikolog profesional untuk melakukan trauma healing,” ucapnya.

Berdasarkan rekapitulasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ekologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Jumat, 9 Januari mencapai angka 1.182 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari mengatakan dalam dua hari ini terdapat penambahan korban jiwa dengan rincian 1 jiwa dari Aceh Utara dan Tapanuli Tengah, serta 2 jiwa di Langkat.

“Untuk korban hilang masih teris divalidasi dan disesuaikan per hari ini jadi 145 jiwa, dan jumlah pengungsi per hari ini 238.627 orang,” ujar Abdul, Jumat.

  • Related Posts

    16 Pemuda di Surabaya Ditangkap Saat Mau Perang Sarung Bawa Senjata Tajam

    Jakarta – Polisi menggagalkan aksi perang sarung yang berpotensi memicu tawuran di Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 16 pemuda diamankan karena ketahuan hendak perang sarung, sebagian di antaranya membawa senjata tajam…

    Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Besi dan Kabel Jalan Tol di Jakut

    Jakarta – Polsek Pademangan menangkap enam anggota komplotan spesialis pencurian besi dan kabel jalan tol di sekitar Pospol Bintang Mas, Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara. Penangkapan sempat diwarnai aksi kejar-kejaran…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *