PRESIDEN Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prabowo menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjadi ketua Satgas.
Prabowo membuat Satgas tersebut saat retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Selasa malam, 6 Januari 2026. “Pertimbangannya karena bencana kali ini terdampak di tiga provinsi yang cukup luas,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat mengumumkan Satgas tersebut di lokasi.
Prabowo menunjuk Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Richard Tampubolon menjadi wakil ketua Satgas mendampingi Tito Karnavian. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno ditunjuk menjadi ketua dewan pengarah.
Menurut Prasetyo, Tito menjadi ketua Satgas karena kapasitasnya sebagai Menteri Dalam Negeri. Posisi itu dianggap strategis untuk mengkoordinasikan pemulihan bencana Sumatera. “Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah Mendagri dapat dikoordinasikan lebih baik,” ucap Prasetyo.
Prasetyo menyebut belum ada target kerja khusus untuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. “Tidak ada, kalau target secepat-cepatnya tahapan sudah ada, untuk prioritas pertama tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian,” tuturnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal akibat banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera hingga Selasa, 6 Januari 2026, sebanyak 1.178 orang. Jumlah ini berdasarkan data Geoportal Data Bencana Indonesia milik BNPB.
“Mencapai 1.178 jiwa,” tulis laporan laporan Geoportal Data Bencana Indonesia, Selasa, 6 Januari 2026 pagi.
Ada tiga kabupaten/kota yang paling banyak ditemukan korban meninggal. Ketiganya yaitu Aceh Utara sebanyak 229 orang, Kabupaten Agam sebanyak 194 orang, dan Tapanuli Tengah sebanyak 128 orang.
Masih dalam data sama, jumlah korban hilang sebanyak 148 orang. Sedangkan sebanyak 142, 2 ribu masyarakat masih mengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari sebelumnya mengatakan 1.177 orang meninggal akibat bencana di Sumatera per Ahad, 4 Januari 2026 sore.






