Menteri Kesehatan: Virus Super Flu Termasuk Virus yang Lemah

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan virus super flu merupakan varian virus yang lemah dan tidak menyebabkan kematian. Ia menyebut tubuh dengan imunitas yang kuat, asupan gizi dan istirahat yang cukup akan sangat mudah menghalau virus ini.

“Kalau sistem imunitas kita bagus, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup, insya Allah kalau ada virus masuk dan virusnya lemah seperti super flu ini, kita bisa sembuh,” kata Budi saat konferensi pers di Kantor Graha BNPB, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu menjelaskan, sebetulnya super flu bukan penyakit baru. Virus ini merupakan virus influenza biasa yang disebabkan oleh varian A H3N2. Virus itu kemudian mengeluarkan varian baru yang disebut dengan subclade K. 

Budi menyamakan pengembangan virus super flu seperti permutasian jenis virus pada virus covid-19. Covid-19 memiliki beberapa jenis varian, di antaranya varian omicron, delta, beta, dan alfa.

“Jadi sebenarnya ini virus H3N2. Nama populernya influenza A. Ini sudah lama adanya, sudah puluhan tahun kita lihat. Nah, kemudian dia keluar varian baru yang istilahnya subclade K,” kata Budi.

Virus super flu menyebar cukup cepat, namun tingkat kematiannya sangat rendah. Virus ini biasanya melonjak signifikan pada musim dingin di negara-negara Eropa. Sementara di Indonesia, kata Budi, temuan super flu masih sangat rendah. “Masih puluhan dan enggak parah sih. Artinya bisa dengan pengobatan biasa,” kata dia. 

Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS)  atau uji sampel yang diselesaikan pada 25 Desember 2025. Secara total terdapat 843 spesimen positif influenza yang diperiksa. Dari jumlah itu, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Hasilnya, seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian virus yang telah dikenal sejak lama dan telah bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Hingga akhir Desember, Kementerian Kesehatan menemukan terdapat 62 kasus super flu di Indonesia. Kasus itu tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan Aji Mulawarman mengatakan 62 penyintas super flu tersebut juga sudah sembuh. “Itu sudah sehat semua. Jadi tidak ada yang sakit berat, tidak ada yang meninggal, dan memang kondisinya sekarang sudah normal,” kata dia pada Rabu, 7 Januari 2026.

  • Related Posts

    Dukung Swasembada Pangan, Polda Banten Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

    Jakarta – Polda Banten bersama Polresta Serang Kota menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV tahun 2025. Polda Banten berharap dapat mendukung program swasembada pangan nasional. Panen jagung Polda Banten…

    Jelajahi Pulau Komodo dengan Ragam Paket dari Phinisea

    INFO TEMPO – Jika ingin mendapatkan pengalaman wisata bahari kelas dunia, Pulau Komodo jawabannya. Di pulau ini terdapat keindahan alam, petualangan laut, dan satwa langka yang berpadu saat menjelajahinya. Maka…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *