Kemenkes Siapkan Rp 500 Miliar bagi Pemulihan RS di Sumatera

KEMENTERIAN Kesehatan atau Kemenkes menyatakan pemerintah akan menanggung biaya pemulihan seluruh layanan kesehatan yang rusak akibat bencana Sumatera pada November lalu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan biaya pemulihan itu akan bersumber dari anggaran belanja negara yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Budi menuturkan Kementerian Kesehatan telah menghabiskan lebih dari Rp 50 miliar untuk pemulihan tahap awal atau fase pembersihan yang dilakukan selama satu bulan terakhir. Saat ini, kementerian juga tengah mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp 500 miliar. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kita sudah mengajukan anggaran sekarang sekitar Rp 500 miliar untuk revitalisasi tahap tiga,” kata Budi dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana pada sektor Kesehatan di kantor BNPB, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. 

Budi menuturkan anggaran ratusan miliar itu akan digunakan untuk merevitalisasi bangunan dan membeli peralatan kesehatan yang rusak. Secara total, terdapat 87 rumah sakit yang terdampak bencana, dengan sembilan di antaranya mengalami kerusakan parah.

Rumah sakit seperti RSUD Aceh Tamiang, Langkat, dan Tanjung Pura bahkan sempat lumpuh total dan baru pulih dua minggu belakangan. “Sembilan rumah sakit ini banjirnya setinggi pinggang lebih. Benar-benar alatnya saja sudah enggak karu-karuan,” kata dia. 

Tak hanya itu, sebanyak 867 pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas mengalami kerusakan. Budi menuturkan dari jumlah itu sebanyak 152 rusak parah akibat terendam air hingga setinggi pinggang orang dewasa dan tiga di antaranya benar-benar tidak bisa digunakan kembali. 

Tiga puskesmas tersebut antara lain Puskesmas Rusip Antara di Aceh Tengah, Jambu Lakian di Aceh Tenggara dan Puskesmas Lokop di Aceh Timur. Kementerian Kesehatan berencana membangun ulang tiga puskesmas tersebut di lokasi yang tidak jauh dari bangunan semula. 

Budi bercerita, derasnya banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ratusan alat kesehatan dan laboratorium yang dimiliki rumah sakit rusak. Air bah juga turut menyapu ratusan komputer dan mobil ambulans. Peralatan vital seperti Computed Tomography Scan  (CT scan) dan mesin Magnetic resonance imaging atau MRI juga banyak yang tidak bisa berfungsi. 

Budi memastikan negara akan mengganti semua kerusakan tersebut. “Nah alat kesehatan yang mahal mahal seperti CT scan, MRI, dan alat itu rusak kan butuh miliaran. Nah itu lagi kirim teknisi untuk lihat mana saja yang rusak. Mana yang harus diperbaiki dan mana yang diganti,” kata dia.

Budi memperkirakan pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak baru bisa benar-benar rampung pada Maret 2026. 

  • Related Posts

    Driver Ojol di Depok Dibegal Penumpangnya, Dibacok Lalu Motor Dirampas

    Jakarta – Seorang driver ojek online (ojol) berinisial AN (44) dibegal penumpangnya di Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Korban dibacok hingga luka berujung motor miliknya dirampas. Peristiwa…

    Prabowo Puji Capaian 91 Emas SEA Games, Cermin Bangsa Kuat

    PRESIDEN Prabowo Subianto memuji capaian 91 medali emas yang diraih kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Menurut Prabowo, prestasi itu merupakan tanda bangsa yang kuat. Prabowo menilai prestasi olahraga adalah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *