Kemenhut Dukung Proses Pencocokan Data oleh Kejagung

Jakarta

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memberikan klarifikasi soal kehadiran penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) di kantor Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan siang tadi. Kemenhut menyebut kehadiran penyidik itu untuk menyocokkan data.

“Kehadiran penyidik Kejaksaan Agung tersebut dimaksudkan untuk melakukan pencocokan data terkait perubahan fungsi kawasan hutan, khususnya hutan lindung di beberapa daerah, yang terjadi pada masa lalu dan bukan pada periode Kabinet Merah Putih saat ini,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ristianto menyebut proses ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang mengedepankan ketelitian data dan transparansi informasi. Dia menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung adalah pencocokan data, bukan penggeledahan.

“Dan seluruh rangkaian proses berjalan dengan baik, tertib, serta kooperatif. Direktorat JenderalPlanologi Kehutanan senantiasa siap mendukung aparat penegak hukum dengan menyediakan data dan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kemenhut mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Kejagung dalam rangka memperkuat tata kelola kehutanan (forest governance).
“Sinergi antara kementerian dan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dari komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan hutan Indonesia yang transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan demi kepentingan generasi kini dan mendatang,” katanya.

(azh/azh)

  • Related Posts

    Drone Israel Hantam Pengungsian Warga Palestina di Gaza, 7 Orang Tewas

    Gaza City – Badan pertahanan sipil Gaza menyebut serangan Israel di wilayah Palestina menewaskan tujuh orang. Dari tujuh korban itu, empat di antaranya adalah anak-anak. “Empat orang termasuk tiga anak…

    Istana soal Survei Pilkada LSI Denny JA: Nggak Ada Masalah

    Jakarta – Istana menanggapi hasil survei LSI Denny JA yang menunjukkan mayoritas responden menolak sistem pilkada melalui DPRD. Mensesneg sekaligus Jubir Istana, Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah menghormati semua pendapat. “Ya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *