Tiang monorel di Jakarta akan mulai dilakukan pada pekan depan. Proses pembongkaran tidak disertai penutupan jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini terdapat 90 tiang monorel yang dibiarkan berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said-Jalan Asia Afrika.
Pembangunan monorel dimulai pada 2004. Saat itu Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemasangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, pada 14 Juni 2004. Dia menekan tombol sirene sekitar pukul 10.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Gubernur Jakarta dijabat Sutiyoso. Pada 2008, pengembang sekaligus investor proyek ini, yakni PT Jakarta Monorail (PT JM), dikabarkan pening bukan kepalang karena masalah pendanaan.
Saat itu, tiang-tiang yang kadung dibangun mangkrak menjadi monumen nirfaedah. Nilai proyeknya mencapai USD 450 juta. PT JM mengaku tidak mampu memenuhi syarat investasi USD 144 juta.
Lalu pada kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo pada 2011, pembangunan proyek monorel dihentikan. Pihak PT JM minta ganti biaya investasi Rp 600 miliar, tapi Foke menolak. Saat itu Pemprov DKI hanya akan membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Rencana Bongkar Tiang Monorel
Gubernur Jakarta Pramono Anung memang sudah merencanakan pembongkaran tiang monorel ini. Hal ini salah satunya disampaikan Pramono pada Selasa (14/10/2025) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Pramono mengungkapkan target bersih-bersih tiang monorel dimulai pada Januari 2026.
“Pokoknya doain bulan Januari depan kita udah mulai bersih-bersih,” kata Pramono.
Pramono menyebut penyelesaian masalah tiang monorel menjadi salah satu prioritas. Ia pun meminta doa agar penyelesaian tiang monorel itu bisa segera dilaksanakan.
“Tolong doakan saja, mudah-mudahan segera saya selesaikan,” ujarnya.
Pramono Konsultasi ke KPK
Pramono Anung sudah mendatangi KPK untuk berkonsultasi. Salah satu yang dikonsultasikan terkait rencana pembongkaran tiang monorel Jakarta.
Pramono mendatangi KPK pada Kamis (16/10). Pramono bertemu dengan pimpinan KPK, di antaranya Setyo Budiyanto, Fitroh Rohcahyanto, dan Agus Joko Pramono.
“Beberapa hal yang pertama berkaitan dengan keinginan pemerintah Jakarta untuk segera melakukan pembersihan ataupun menyelesaikan persoalan monorel yang ada di sepanjang Jalan Rasuna Said ini,” kata Pramono di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Tahun 2026 dimulai, Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang monorel di Jakarta akan mulai dilakukan pada pekan depan. Pramono menegaskan proses pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan agar tidak mengganggu lalu lintas.
“Pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan. Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan,” kata Pramono.
Pramono menjelaskan pembongkaran akan dikoordinasikan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan mengacu pada pengalaman penanganan proyek serupa sebelumnya. Ia memastikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas tetap menjadi prioritas.
“Dengan pengalaman yang ada, Bina Marga akan berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tanpa penutupan jalan,” ujarnya.
Pramono juga memastikan pembongkaran tiang monorel sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyebut pihaknya sebelumnya telah menyurati PT Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran, tapi hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada tindak lanjut.
“Yang melakukan pembongkaran adalah Pemerintah DKI Jakarta, Bina Marga. Kenapa tidak dilakukan oleh Adhi Karya? Karena Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, sehingga kami akan melakukan sendiri,” jelasnya.
(rdp/rdp)






