Asuransi Jasindo Mantapkan Narasemesta Jadi Fondasi Keberlanjutan di 2026

INFO NASIONAL – Mengawali 2026, Asuransi Jasindo merefleksikan perjalanan program Narasemesta sepanjang 2025 sebagai wujud komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun keberlanjutan yang menyeluruh. Melalui Narasemesta, Asuransi Jasindo memantapkan fondasi bisnis dengan kemampuan menempatkan harmoni antara manusia dengan alam.

Itu berarti perusahaan tidak hanya menjalankan bisnis semata-mata demi keuntungan, tetapi juga memerhatikan serta menjaga ekosistem sosial dan lingkungan di wilayah tempat perusahaan beroperasi. Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, mengatakan Narasemesta menjadi representasi cara pandang Asuransi Jasindo bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hanya dapat tercapai ketika lingkungan terjaga, masyarakat berdaya, dan potensi lokal berkembang secara inklusif.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Program ini dirancang sebagai ekosistem inisiatif yang saling terhubung dengan mengintegrasikan edukasi, konservasi, pemberdayaan komunitas, serta aksi nyata di lapangan agar dampaknya tidak bersifat sementara, melainkan dapat dirasakan dan dilanjutkan oleh masyarakat secara berkelanjutan. “Kami percaya, keberlanjutan adalah syarat mutlak bagi ketahanan bisnis jangka panjang. Ketika alam terjaga dan masyarakat memiliki kapasitas untuk tumbuh, di titik itulah nilai bersama tercipta dan bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkesinambungan,” kata Brellian.

Sepanjang 2025, Narasemesta hadir di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Jakarta, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, hingga Bali. Di setiap daerah, program ini disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter lokal, mencakup isu lingkungan, pendidikan, pertanian, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Menurut Brellian, 2025 menjadi tahun perjalanan penting bagi Asuransi Jasindo untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui berbagai inisiatif sosial dan lingkungan, pihaknya belajar langsung dari kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari isu lingkungan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi komunitas.

“Setiap langkah kami berangkat dari kepedulian untuk menghadirkan manfaat yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Brellian.

Brellian menjelaskan gambaran program Narasemesta di sejumlah daerah. Di Jakarta, Asuransi Jasindo berkolaborasi dengan komunitas peduli lingkungan dalam edukasi pengelolaan sampah serta pelestarian Sungai Ciliwung.

Kemudian di Sulawesi Tengah, Narasemesta difokuskan pada peningkatan nilai tambah kopi lokal dan perbaikan fasilitas pendidikan di Sekolah Alam Dongi-Dongi. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Bali, Asuransi Jasindo menghadirkan dukungan bagi pengelolaan kawasan konservasi, pemberdayaan petani lokal, serta pelestarian ekosistem laut.

“Kami melihat keberlanjutan bukan sebagai konsep abstrak, melainkan rangkaian aksi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak yang terukur. Kami merancang Narasemesta agar selaras dengan potensi lokal, sekaligus memperkuat keseimbangan antara manusia dan alam,” ujarnya.

Memasuki 2026, Asuransi Jasindo memastikan Narasemesta akan terus berlanjut dengan pendekatan yang semakin terintegrasi dan relevan. Program ini diarahkan untuk memperkuat dampak di setiap wilayah melalui kolaborasi yang lebih luas serta inisiatif yang mampu membangun ketahanan sosial, lingkungan, dan ekonomi secara beriringan.

“Tahun ini, kami akan mengarahkan Narasemesta untuk semakin memantapkan langkah dan meninggalkan jejak nyata. Bukan hanya sekadar menjalankan program, tetapi memastikan ada perubahan yang dapat dirasakan dan dilanjutkan oleh masyarakat setempat. Inilah cara Asuransi Jasindo memaknai keberlanjutan, sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan bisnis ke depan,” kata Brellian. (*)

  • Related Posts

    Kemenhut Dukung Proses Pencocokan Data oleh Kejagung

    Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memberikan klarifikasi soal kehadiran penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) di kantor Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan siang tadi. Kemenhut menyebut kehadiran penyidik itu untuk menyocokkan data. “Kehadiran…

    Kala Mentan Istigfar Gara-gara Salah Panggil Dedi Mulyadi Jadi RK

    Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman salah panggil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi Ridwan Kamil (RK). Saat dirinya menyadari salah sebut, Mentan Amran langsung mengucap istigfar. Momen…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *