MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan soal serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Menurut Purbaya, serangan yang melibatkan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer AS ini menunjukkan janggalnya penerapan hukum internasional.
Purbaya menyampaikan penilaian itu saat datang ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk rapat dengan Presiden Prabowo Subianto. Saat tiba di Istana, Purbaya ditanya wartawan mengenai serangan AS ke negara Amerika Latin tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Hukum dunia agak aneh sekarang,” kata Purbaya menjawab pertanyaan itu.
Menurut Purbaya, serangan AS menunjukkan bahwa suatu negara bisa menyerang negara lain yang sama-sama berdaulat. Bahkan, kata dia, negara agresor terkesan bisa lolos dari pengawasan otoritas Perserikatan Bangsa-Banga (PBB).
Purbaya mengatakan kondisi ini adalah pertanda bahwa mekanisme PBB tidaklah kuat. “Jadi PBB-nya melemah sekarang,” kata dia.
Meski begitu, Purbaya menilai serangan AS ke Venezuela hanya akan memiliki dampak yang terbatas. Sebab, dia berujar Venezuela sudah lama tidak begitu aktif di pasar minyak dunia karena kapasitas produksinya terbatas.
Purbaya memprediksi Indonesia tidak akan terdampak buruk. Bahkan, dia berujar harga minyak hingga pasar modal masih stabil setelah serangan AS ke Venezuela. Meski begitu, Purbaya menyebut Indonesia tetap harus menjaga kekuatannya menghadapi dinamika dunia yang terjadi saat ini.
Pada Senin sore, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan, termasuk Purbaya. Selain Purbaya, rapat dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Sementara serangan Amerika Serikat ke Venezuela berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026 atau dua hari sebelum Prabowo mengumpulkan para menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan. Meski belum mengungkapkan materi rapat, para menteri yang hadir sempat membicarakan isu serangan terhadap Venezuela, yang merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, kepada wartawan. “(Isu) itu masih dimonitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga.
Airlangga menyebut hingga saat ini dampak serangan AS ke Venezuela belum terlihat mempengaruhi harga minyak di Indonesia. Dia berujar harga minyak dalam satu hingga dua hari terakhir masih relatif stabil.
Meski begitu, Airlangga mengatakan serangan AS ke Venezuela akan membawa sejumlah perubahan terhadap perjanjian kerja sama antara pihak-pihak di Indonesia dan negara Amerika Selatan itu. “Tentunya ada perubahan, dengan perubahan yang terjadi kemarin itu karena pemerintahannya kan berganti,” ucap Airlangga.





