Harlah ke-53 PPP di Aceh, Mardiono Sebut Persatuan Merupakan Kebutuhan Dasar Bangsa

INFO TEMPO — Saat ini, persatuan bukan lagi sebuah pilihan, tetapi kebutuhan mendasar bagi sebuah bangsa, termasuk Indonesia. Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), Muhamad Mardiono saat menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 PPP di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Blang Bladeh, Bireuen, Aceh, Senin, 5 Januari 2026.

“Bagi bangsa Indonesia yang kita cintai. Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan budaya hanya akan kuat jika mampu menjaga persatuan dan kesatuan serta mengelola perbedaan dengan bijaksana,” kata Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ini di hadapan petinggi dan kader PPP yang hadir pada Harlah ke-53 dengan tema “Merawat Persatuan Meneguhkan Perjuangan Umat”.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mardiono mengatakan, semua pihak harus jujur bahwa saat ini kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja. “Berdasarkan berbagai laporan internasional sepanjang tahun 2025, tercatat tidak kurang dari 114 konflik terjadi di berbagai belahan dunia. Baik konflik bersenjata, perang saudara, maupun ketegangan geopolitik yang berkepanjangan hingga saat ini,” kata dia.

Konflik-konflik tersebut, kata Mardiono, menunjukkan satu pelajaran penting bagi semua pihak, bahwa perpecahan, kebencian, dan hilangnya persatuan selalu berujung pada penderitaan rakyat, kehancuran peradaban, dan hilangnya masa depan generasi bangsa. Dari kondisi global ini, semua pihak harus belajar bahwa persatuan adalah fondasi utama untuk mewujudkan stabilitas, perdamaian, dan kemajuan suatu bangsa.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PartaiPersatuan Pembangunan (DPP PPP), Muhamad Mardiono saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 PPP di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Blang Bladeh, Bireuen, Aceh, Senin, 5 Januari 2026. Dok. Tempo

Mardiono pun berharap, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia menjadi benteng penjaga agar republik ini tidak terjerumus ke dalam jurang konflik, seperti yang sedang dialami oleh banyak negara lain di dunia. “Persatuan bukan lagi pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan mendasar bagi sebuah bangsa, termasuk Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan memilih Aceh sebagai tempat peringatan puncak Harlah ke-53 bukan hanya dikarenakan wilayah ini kaya secara sejarah dan perjuangan, tetapi juga daerah yang berkali-kali diuji oleh bencana alam. “Dari Aceh kita belajar bahwa kesabaran dan keimanan adalah kunci untuk bangkit dari keterpurukan,” kata Mardiono.

Pemilihan Aceh adalah ajakan moral agar seluruh kader PPP menunjukkan empati, solidaritas, dan kepedulian nyata terhadap para korban bencana, khususnya di wilayah Sumatra yang saat ini sedang dilanda bencana alam. Dia pun mengingatkan kepada seluruh kader PPP, merawat persatuan tidak cukup dengan retorika.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), Muhamad Mardiono (tengah) bersama kader PPP memberikan bantuan langsung ke lokasiterdampak banjir di Gampong Meuse, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Senin, 5 Januari 2026. Dok. PPP

Persatuan harus diwujudkan dalam ketaatan, kedisiplinan, dan kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok dan golongan. Untuk mewujudkan persatuan tersebut, diperlukan kepemimpinan yang didukung oleh semua pihak, sebagaimana Islam telah memberikan pedoman yang jelas untuk taat kepada pemimpin.

Pada puncak peringatan harlah ini hadir sejumlah kader dari DPP Partai Persatuan Pembangunan. Di tingkat Aceh, hadir Ketua DPW PPP Aceh Amiruddin Idris, Sekretaris DPW PPP Aceh, Ilmiza Sa’aduddin Djamal, Bendahara DPW PPP Aceh Zubir Muhammad, serta Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, dan sejumlah tamu lainnya.

Adapun acara tersebut berlangsung khidmat, penuh rasa persaudaraan, dan dipenuhi aura kepedulian terhadap keadaan Aceh yang sedang berduka akibat banjir bandang dan tanah longsor yang memuncak pada Rabu, 26 November 2025. Dalam kesempatan itu, Mardiono pun melepas relawan ke lokasi bencana dan memberikan bantuan langsung ke lokasi terdampak di Kampung Meuse, Kecamatan Kutablang, Bireuen, Aceh. (*)

  • Related Posts

    Rumah di Depok Kebakaran Gegara HP Dicas Ditinggal, 1 Orang Luka

    Jakarta – Kebakaran melanda sebuah rumah di Depok, Jawa Barat, akibat api yang berasal dari ponsel yang terlalu lama diisi daya baterai atau di-charge. Satu orang mengalami luka akibat kebakaran…

    Tawuran Antarkampung di Medan, Mata Bocah 4 Tahun Kena Peluru Nyasar

    Jakarta – Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun diduga terkena peluru nyasar saat tawuran antarkampung terjadi di Kecamatan Belawan, Kota Medan. Peluru itu mengenai area mata korban. Peristiwa itu terjadi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *