Saksi Ungkap Sekeluarga Tewas di Jakut Baru Ngontrak Rumah 5 Bulan

Jakarta

Tiga orang satu keluarga ditemukan tewas dalam sebuah rumah di Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Saksi mengungkap korban baru mengontrak di rumah tersebut sekitar 5 bulan.

“Baru 5 bulan,” ujar tetangga korban, Aryuni Wulan Febri (51), saat ditemui di kediamannya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2025).

Wulan ikut melihat langsung ke dalam rumah saat jasad korban ditemukan. Wulan mengatakan mulut korban sudah berbusa saat ditemukan, namun ia tak memperhatikan rinci kondisi tubuh korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya nggak fokus ke situ. Karena fokus saya, karena kan aduannya ibunya keracunan. Jadi saya lihat kondisi ibunya aja. Nggak tahunya sudah berbusa, jadi saya nggak berani gitu. Nggak berani pegang atau masih hidup apa nggak, saya nggak berani kan. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu biar tau kan,” ujarnya.

Jasad ibu dan dua anaknya ditemukan tewas di Warakas, Jakarta Utara. Jasad ketiganya ditemukan oleh salah satu anak dari korban usai pulang kerja.

“Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa… ya tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan, Jumat (2/1).

Anak korban tersebut kemudian meminta pertolongan. Ia meminta tolong kepada warga sekitar.

“Yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sebagai informasi, jenazah ketiga korban telah dimakamkan pada Sabtu Sabtu (3/1), di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru mengatakan autopsi telah selesai dilakukan.

“Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan keluarganya,” ujar Brigjen dr Prima Heru saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1).

Prima mengatakan pihaknya masih menunggu hasil tes toksikologi. Hal tersebut untuk menastikan penyebab kematian ketiga korban tewas benar karena racun atau hal lain.

“Untuk hasil (penyebab indikasi racun) nunggu hasil toksikologi,” terang Prima.

(mib/rfs)

  • Related Posts

    Negara-negara di Amerika Latin Beda Sikap soal Serangan AS ke Venezuela

    Jakarta – Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer di Caracas. Dilansir Reuters, Minggu (4/1/2026), serangan AS dan penangkapan Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama…

    AS Tangkap Presiden Venezuela, RI Serukan Dialog-Patuhi Hukum Internasional

    Jakarta – Pemerintah Indonesia buka suara usai pasukan Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mendorong semua pihak mengedepankan dialog dan mematuhi hukum internasional.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *