GELOMBANG teror terhadap aktivis dan influencer yang mengkritik penanganan bencana Sumatera terus bermunculan menjelang akhir 2025. Bentuk intimidasi yang diterima beragam, mulai dari serangan digital, pengiriman bangkai hewan, hingga ancaman fisik yang membahayakan nyawa. Berikut rangkuman bentuk-bentuk teror yang dialami para pengkritik pemerintah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Wakil Direktur Imparsial Hussein Ahmad menilai pola teror ini mencerminkan cara-cara lama ala Orde Baru. Menurut dia, negara cenderung memandang kritik sebagai ancaman stabilitas nasional, bukan sebagai bagian dari hak warga negara.
“Karena mereka menyuarakan kritik, kemudian dianggap mengganggu stabilitas. Ada yang dikenakan pasal menghasut, ada yang dikriminalisasi,” kata Hussein pada Rabu, 31 Desember 2025. Ia mendesak kepolisian menyelidiki teror-teror tersebut tanpa menunggu laporan korban, karena perlindungan terhadap kebebasan berekspresi merupakan kewajiban negara.
Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengaku belum mengetahui adanya teror tersebut. “Saya sendiri belum tahu. Jadi, bagaimana saya percaya mereka diteror?” katanya.
Berikut adalah rangkuman ragam rupa teror yang dialami oleh pemengaruh dan aktivis di akhir tahun 2025:
Bangkai Ayam dan Surat Ancaman ke Rumah Aktivis Greenpeace
Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, menerima teror berupa kiriman bangkai ayam ke rumahnya pada Selasa pagi, 30 Desember 2025. Bangkai ayam tersebut diletakkan di teras tanpa pembungkus, dengan secarik kertas ancaman yang diikat di kakinya.
Pesan tersebut berbunyi, “Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu.”
Iqbal menduga teror ini berkaitan dengan kritiknya terhadap penanganan banjir Sumatera dan persoalan deforestasi yang ia soroti di media sosial.
Telur Busuk dan Vandalisme terhadap Influencer Asal Aceh
Kreator konten Sherly Annavita mengaku mendapat teror berlapis setelah menyuarakan kondisi korban bencana di Aceh. Ia menerima pesan ancaman berhari-hari, yang kemudian meningkat menjadi vandalisme kendaraan, pelemparan sekantung telur busuk ke rumahnya, serta surat bernada intimidatif.
Dalam surat tersebut, Sherly dituduh memanfaatkan bencana untuk popularitas dan keuntungan pribadi. Ia menilai teror itu muncul setelah dirinya tampil di sejumlah acara televisi membahas penanganan bencana Sumatera.
Bom Molotov dan Bangkai Ayam terhadap DJ Donny
Pemusik asal Aceh, Ramond Dony Adam alias DJ Donny, mengalami teror paling berbahaya. Rumahnya dilempari bom molotov oleh dua orang bermasker pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025. Bom tersebut mengenai kap mobilnya dan nyaris memicu kebakaran.
Sebelumnya, Dony juga menerima paket berisi bangkai ayam tanpa kepala, surat ancaman, serta foto dirinya yang digambar seolah-olah lehernya tergorok. Teror itu diterima setelah ia aktif mengkritik lambannya penanganan bencana Sumatera di media sosial.
Intimidasi Digital dan Paket COD Fiktif ke Aktor Yama Carlos
Aktor Yama Carlos mendapat teror setelah mengunggah video satir soal situasi bencana Sumatera. Bentuk intimidasi yang diterima antara lain pesan WhatsApp ancaman, perintah menghapus konten, serta paket cash on delivery (COD) fiktif yang dikirim ke alamatnya.
Tekanan juga menyasar orang-orang di sekelilingnya. Nomor telepon ibu rekan sesama aktor disebut sempat diambil alih oleh peneror untuk menekan Yama agar menurunkan konten videonya.
Peretasan Akun dan Teror Keluarga terhadap Virdian Aurellio
Kreator konten, Virdian Aurellio, mengalami serangan digital setelah rutin mengunggah kondisi pascabencana di Aceh. Akun WhatsApp adiknya diduga diretas dan digunakan untuk mengirim konten pornografi ke sejumlah grup.
Selain itu, ada upaya pengambilalihan akun terhadap anggota keluarga lainnya serta pesan-pesan yang mendiskreditkan Virdian yang dikirim ke kerabatnya dari nomor tak dikenal.
Hendrik Yaputra dan Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Warga Jakarta Kumpulkan Donasi Rp 2,5 Miliar untuk Sumatera





