Rilis Indeks HAM 2025, SETARA Institute: Hak Kebebasan Berekspresi Jadi Indikator Paling Rendah

SETARA Institute merilis Indeks Hak Asasi Manusia 2025 yang menilai pemenuhan HAM di Indonesia melalui 11 indikator dalam dua bidang: hak sipil dan politik serta hak ekonomi, sosial, dan budaya. Penilaian menggunakan skala 1 hingga 7, dengan angka 1 menunjukkan pemenuhan sangat rendah dan angka 7 sangat tinggi.

Peneliti Hukum SETARA Institute, Sayyidatul Insiyah, mengungkapkan bahwa kebebasan berekspresi dan berpendapat kembali menjadi indikator dengan skor terendah, hanya 1, menggambarkan buruknya kondisi ruang kebebasan publik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Indikator kebebasan berekspresi dan berpendapat menjadi yang paling rendah dari 11 indikator lainnya,” kata Sayyidatul saat memaparkan laporan indeks HAM di bilangan Jakarta Selatan, Rabu, 10 Desember 2025.

Sementara itu, hak atas pendidikan menjadi indikator dengan skor tertinggi, yaitu 4,3.

Untuk bidang hak sipil dan politik, indikator hak atas rasa aman serta kebebasan beragama dan berkeyakinan memperoleh nilai tertinggi 3,2. Adapun hak hidup dan hak memperoleh keadilan masing-masing berada pada skor 3,1, serta hak turut serta dalam pemerintahan mencatat skor 3,0.

Pada bidang hak ekonomi, sosial, dan budaya, skor rata-rata berada pada kisaran 3. Rinciannya: hak atas kesehatan (3,6), hak atas pekerjaan (3,4), dan hak atas budaya (3,2). “Sedangkan hak atas tanah menjadi indikator terendah dalam bidang hak ekonomi, sosial, dan budaya dengan skor 1,6,” ujar Sayyidatul.

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, menyebut Indeks HAM 2025 mengalami penurunan 0,1 poin dari tahun sebelumnya. Meski turun tipis, ia menegaskan bahwa hasil ini menjadi alarm penting bagi pemerintah saat ini untuk memperbaiki pemajuan dan perlindungan HAM. 

Untuk diketahui, pada Indeks HAM 2024, kebebasan berekspresi dan berpendapat juga menjadi indikator paling buruk dengan skor 1,1—konsisten menunjukkan ruang kebebasan yang terus tertekan dari tahun ke tahun.

  • Related Posts

    DKB Semester II 2025 Catat 54,32 Persen Penduduk Indonesia Pernah Menikah

    INFO TEMPO – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri merilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025. Dari data itu, tercatat sebanyak 54,32 persen atau 156.602.012…

    Komisi XIII DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    WAKIL Ketua Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Sugiat Santoso mengecam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus, pada Kamis malam,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *