Cerita Jejak Hitam di Balik Pria Aniaya Kekasih di Depok

Jakarta

Aksi keji pria yang menganiaya pacarnya viral di media sosial. Ternyata korban menolak diajak pria tersebut berbuat kriminal.

Polisi mengungkap bahwa pria tersebut mempunyai rekam jejak aksi kriminal. Pria itu pernah kongkalikong meminta pacarnya mendekati seorang pria lalu membawa kabur motornya.

“Jadi dulu mereka pernah melakukan aksi kriminal dengan cara si perempuan ini disuruh pacaran dengan orang, setelah itu motornya dilarikan sama si pacar si pelaku. Tapi sudah selesai. Sudah pernah, akhirnya mereka mengembalikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dihubungi, Sabtu (15/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksinya itu dilakukan di Cimanggis, Depok, Selasa (30/9). Lalu polisi menangkap pria inisial A di Cilincing, Jakarta Utara.

Lalu, dari hasil pemeriksaan sementara, penganiayaan itu dipicu percekcokan karena faktor ekonomi. Dalam kejadian ini, IN mengalami memar di bagian paha akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan A.

“Ini tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan (IN), oleh Saudara A mencekik, memukul, mendorong korban dari tangga. Akhirnya mengakibatkan memar pada paha kiri dan kanan,” kata Budi.

Pelaku Jadi Tersangka

Polisi menetapkan pria berinisial A sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap kekasihnya, IN, di Cimanggis, Depok. Begini tampang tersangka tersebut.

Dari foto yang diterima detikcom, pelaku tampak mengenakan baju berwarna hitam. A terlihat mengenakan kacamata.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan baju berwarna merah dan celana pendek berwarna oranye yang dikenakan pelaku saat peristiwa penganiayaan terjadi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penganiayaan yang dilakukan A terhadap IN kali ini diduga karena cekcok terkait faktor ekonomi. IN mengalami memar di paha akibat dugaan penganiayaan tersebut.

“Kalau yang kejadian sekarang itu, dari hasil keterangan sementara, itu faktor ekonomi. Jadi duit yang mereka miliki dihabisi oleh salah satu pihak, akhirnya cekcok terjadi penganiayaan,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (15/11).

Soal Ajakan Kriminal

Kombes Budi Hermanto menjelaskan polisi masih mendalami motif penganiayaan, termasuk narasi viral yang menyebutkan karena ‘menolak ajakan melakukan kriminal’.

“Tapi masih dikembangkan, benar nggak atas ajakan, karena tidak mau melakukan kriminal,” ujar Kombes Budi saat dihubungi wartawan.

Budi Hermanto mengatakan tindak kriminal yang dilakukan sejoli ini dilakukan di kawasan GBK, Jakarta Pusat. Namun, Budi belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari penyidik terkait detail tindak kriminal tersebut.

Aksi pria itu terekam dalam video dan memperlihatkan seorang perempuan yang diduga dianiaya. Dilihat detikcom dalam video viral yang beredar, terduga pelaku tampak mengenakan baju berwarna merah dan celana pendek berwarna oranye. Korban tampak merekam sendiri aksi pelaku.

“Gue udah diem, lu mukul lagi. Gue udah diem, gue mau pergi tadinya, gue mau pesen grab. Ya udah sana jangan dekat-dekat gue,” ujar korban dalam video tersebut.

Korban terdengar menangis dengan kondisi rambut yang berantakan. Dalam video tersebut, dinarasikan pelaku menyiksa korban karena tak mau diajak melakukan aksi kriminal bersama.

Video itu juga menarasikan korban lebih dari satu perempuan. Para korban disebut dijebak pelaku dalam hubungan asmara agar mengikuti arahannya untuk melakukan aksi kriminal.

Tonton juga video “Heboh Kepala SPPG di Bekasi Disebut Lecehkan-Aniaya Karyawati”

(azh/azh)

  • Related Posts

    Pengiriman Sampah ke Bantargebang Dibatasi Setelah Longsor

    GUBERNUR Jakarta Pramono Anung menyatakan pengiriman sampah dari Jakarta ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai dibatasi setelah terjadi longsor di zona 4A. Daya tampung lokasi tersebut dinilai…

    Prabowo Tegaskan RI Tak Ikut Blok Manapun

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan dunia saat ini sedang diliputi berbagai konflik. Ia menyinggung perang yang terjadi di beberapa negara termasuk, ketegangan yang meluas di kawasan Timur Tengah. “Saya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *