Agnes Naomi dalami kecemasan “budak korporat” demi perannya di film

Agnes Naomi dalami kecemasan “budak korporat” demi perannya di film

  • Jumat, 7 November 2025 00:44 WIB
  • waktu baca 2 menit
Agnes Naomi dalami kecemasan
Aktris Agnes Naomi saat sesi tanya-jawab acara gala perdana film “What’s Up with Secretary Kim?” di Jakarta, Kamis (6/11/2025). ANTARA/Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) – Aktris Agnes Naomi mendalami kecemasan yang marak dialami oleh para pekerja kantoran, atau yang sering dijuluki “budak korporat” demi menghidupkan karakter Mandy dalam film adaptasi drama Korea, “What's Up with Secretary Kim?”.

Mandy, yang merupakan rekan kerja sekaligus tempat curhat Sekretaris Kimberly “Kim” Laksono (Mawar de Jongh), menjadi representasi nyata dari tekanan kerja di lingkungan korporat yang kaku.

“Mandy adalah refleksi dari orang-orang yang gampang gugup, yang easily anxious,” kata Agnes saat sesi tanya-jawab acara gala perdana film “What's Up with Secretary Kim?” di Jakarta, Kamis.

Ia mengaku mendalami karakter ini dengan mengamati temannya yang bekerja di bidang Corporate Communication (Corcom), yang dituntut sempurna dalam penjadwalan sehingga kerap bergumul dengan kecemasan.

Agnes melihat Mandy juga menghadapi tekanan mental serupa di belakang profesionalitasnya dengan sang bos, Rendra Prakasa (Adipati Dolken) sehingga terpaksa membuka rahasia sahabat dekatnya, Kim.

Riset pun dilakukan untuk memastikan kecemasan yang ditampilkan terasa otentik.

Film “What's Up with Secretary Kim” versi Indonesia yang disutradarai Rako Prijanto, diproduseri oleh Frederica, serta skenarionya ditulis oleh Alim Sudio ini dijadwalkan tayang eksklusif di Vidio mulai 8 November 2025.

Naomi mengatakan, jujur, bekerja sama dengan sutradara dan tim di film ini sangat menyenangkan.

“Sebagai pemain, kami tidak hanya diarahkan, tetapi juga diberi ruang besar untuk berimprovisasi dan meracik formula akting kami sendiri,” kata Naomi.

Menurut dia, suasana kerja yang bebas dan enak ini membuat hasilnya sering kali melenceng sedikit dari naskah awal, namun justru menciptakan momen-momen yang lebih natural dan menyenangkan.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Mantan Gubernur Lemhanas Agus Widjojo Tutup Usia

    MANTAN Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Letnan Jenderal (Purnawirawan) Agus Widjojo tutup usia pada Ahad malam, 8 Februari 2026. Kabar ini dikonfirmasi oleh Gubernur Lemhanas Ace Hasan. “Telah berpulang ke rahmatullah…

    Mastel: AI juga Berperan Memproduksi Disinformasi Politik

    KETUA Bidang Penyiaran, Media Baru, dan Tata Kelola Digital Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Neil Tobing mengatakan teknologi artificial intelligence atau akal imitasi (AI) digunakan dalam produksi disiformasi politik. Teknologi itu membuat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *