“Shutdown” masuki hari ke-36, AS akan pangkas jadwal penerbangan

“Shutdown” masuki hari ke-36, AS akan pangkas jadwal penerbangan

  • Kamis, 6 November 2025 14:43 WIB
  • waktu baca 2 menit
Arsip – Calon penumpang pesawat terlihat di Bandara Internasional San Francisco, Amerika Serikat, 26 November 2023. (ANTARA/Xinhua/Li Jianguo/am)

Washington (ANTARA) – Frekuensi penerbangan di 40 bandara Amerika Serikat akan dikurangi sebesar 10 persen mulai Jumat akibat dihentikannya kegiatan pemerintah federal (shutdown) yang saat ini memasuki hari ke-36.

“Akan ada pengurangan kapasitas sebesar 10 persen di 40 lokasi kami,” kata Menteri Perhubungan AS Sean Duffy dalam konferensi pers (konpers) di Louisville, Kentucky, pada Rabu (5/11).

“Langkah ini tidak didasarkan pada jumlah penerbangan dari tiap lokasi, tetapi pada titik tekanan dan cara kami menguranginya,” kata dia.

Pada konpers yang sama, Kepala Badan Penerbangan Federal (FAA) Bryan Bedford mengatakan pihaknya memutuskan pengurangan penerbangan terjadwal sebesar 10 persen untuk mengurangi beban kerja pengatur lalu lintas udara.

Dia mengatakan jika situasi kekurangan staf operasional terus terjadi di bandara tertentu hingga mencapai level yang berbahaya, maka tindakan lebih lanjut akan diterapkan kebijakan pengurangan akan diterapkan di bandara tersebut.

Pada Selasa, Duffy memperingatkan bahwa shutdown telah meningkatkan risiko perjalanan udara. Pembatalan penerbangan, dan bahkan kemungkinan penutupan wilayah udara, bisa terjadi jika pengatur lalu lintas udara tidak menerima gaji lagi pada pekan depan.

Data dari situs web pelacakan penerbangan FlightAware menunjukkan bahwa ribuan penerbangan di seluruh AS mengalami penundaan setiap hari.

Shutdown kali ini telah memasuki hari ke-36, melampaui rekor sebelumnya (35 hari) pada 2018-2019, yang menjadikannya sebagai shutdown pemerintah paling lama dalam sejarah AS.

Kegagalan Kongres AS mengesahkan rancangan anggaran telah membuat pemerintah federal lumpuh karena tidak memiliki dana untuk menjalankan kegiatan rutin mereka.

Sumber: Anadolu

Baca juga: AS catatkan shutdown pemerintah terpanjang dalam sejarahnya
Baca juga: Kelompok manufaktur AS serukan diakhirinya “shutdown” pemerintahan

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Bocah WNI Korban Tabrakan di Singapura Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

    Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan proses pemulangan jenazah bocah warga negara Indonesia (WNI) yang tewas ditabrak oleh warga Singapura berjalan dengan baik. Jenazah bocah tersebut kini sudah berada…

    Profil dan Pemikiran Agus Widjojo soal Reformasi TNI

    MANTAN Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Letnan Jenderal (Purnawirawan) Agus Widjojo tutup usia pada Ahad malam, 8 Februari 2026. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *