Romansa ekonomi kreatif dan literasi digital di era “big data””

Telaah

Romansa ekonomi kreatif dan literasi digital di era “big data””

  • Oleh Lucky Akbar *)
  • Senin, 27 Oktober 2025 11:03 WIB
  • waktu baca 6 menit
Romansa ekonomi kreatif dan literasi digital di era
Ilustrasi pameran industri gim lokal Indonesia sebagai pendorong ekonomi kreatif. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

Jakarta (ANTARA) – Di dunia yang serba cepat dan terhubung ini, literasi tidak lagi sekadar soal membaca atau menulis kata-kata. Literasi kini berarti kemampuan memahami, menafsirkan, dan mengolah data serta informasi dalam ruang digital yang melimpah.

Ketika literasi digital bertemu ekonomi kreatif, lahirlah sebuah kisah romansa yang memikat seperti kisah cinta antara pengetahuan dan inovasi.

Era big data menjadikan informasi sebagai sumber daya paling berharga. Setiap klik di media sosial, setiap transaksi daring, setiap tontonan video pendek, meninggalkan jejak yang dapat diubah menjadi insight ekonomi. Namun, tanpa literasi digital, semua itu hanya deretan angka tanpa makna. Literasi adalah kunci yang mengubah data menjadi peluang, informasi menjadi keputusan, dan kreativitas menjadi nilai ekonomi.

Hal itu menjadi sebuah fenomena baru dengan denyut yang paling terasa di sektor ekonomi kreatif. Para pelaku industri mulai dari desainer, musisi, animator, penulis, dan kreator konten kini tak hanya mengandalkan bakat seni, tapi juga kecakapan membaca tren digital. Mereka menafsirkan algoritma, memahami perilaku pengguna, dan memanfaatkan data untuk menyesuaikan karya dengan selera pasar global.

Selanjutnya contoh paling jelas terlihat pada perkembangan industri musik Indonesia. Berbagai platform digital seperti Spotify dan YouTube Music memberi akses bagi musisi lokal untuk menjangkau pendengar lintas negara. Lagu-lagu seperti Lathi dari Weird Genius atau Sial milik Mahalini kini tak hanya populer karena lirik dan nada, tetapi karena cerdas memanfaatkan data algoritmik mulai dari waktu unggahan, demografi pendengar, hingga tren penggunaan tagar di media sosial.

Di sinilah romansa itu tercipta dan tumbuh menggelora mewarnai dunia ketika literasi digital memberi inspirasi dari pengetahuan dan ekonomi kreatif memberi denyut kehidupan. serta saat data menjadi transaksi yang bernilai ekonomi dan memberikan warna baru dalam era big data yang penuh warna-warni.

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Gempa M 3,3 Terjadi di Blitar Jatim

    Jakarta – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 3,3 terjadi di Blitar, Jawa Timur. Gempa ada pada kedalaman 8 kilometer. “Gempa 259 km BaratDaya KAB-BLITAR-JATIM,” tulis BMKG melalui akun X-nya,…

    Kakorlantas: One Way Nasional Mudik 2026 Digelar 18 Maret Pukul 10.00 Pagi

    Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret. Pihaknya akan menerapkan one way nasional pukul 10.00 pagi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *