Singkawang tampilkan dzikir nazam di Festival Muhibah Borneo Sarawak

Singkawang tampilkan dzikir nazam di Festival Muhibah Borneo Sarawak

  • Sabtu, 25 Oktober 2025 18:00 WIB
  • waktu baca 2 menit
Singkawang  tampilkan dzikir nazam di Festival Muhibah Borneo Sarawak
Ketua DPD MABM Kota Singkawang, Asmadi. ANTARA/Narwati

Ini bukan semata kompetisi, melainkan bentuk pengabdian untuk memperkenalkan identitas budaya Melayu Singkawang di tingkat regional Borneo

Singkawang (ANTARA) – Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang, Kalbar menyatakan kesiapan untuk tampilkan dzikir nazam di Festival Muhibah Borneo yang berlangsung di Sarawak, Malaysia pada 31 Oktober hingga 3 November 2025.

Insyaallah kami sudah siap. Latihan ke-9 ini menjadi penanda kesiapan penuh tim dzikir nazam MABM Singkawang untuk tampil di Sarawak nanti,” kata Ketua DPD MABM Kota Singkawang, Asmadi, di Singkawang, Sabtu (25/10).

Menurut dia, ada sebanyak 10 anggota tim akan berangkat ke Sarawak pada 30 Oktober mendatang. Mereka terdiri atas pelantun dzikir dan penabuh gendang yang akan menampilkan dzikir nazam khas Singkawang, yaitu lantunan zikir bernuansa religius yang berpadu dengan irama musik tradisional Melayu.

Asmadi menjelaskan, keikutsertaan MABM Singkawang dalam Festival Muhibah Borneo bukan sekadar ajang tampil seni, melainkan bagian dari upaya pelestarian dan syiar budaya Melayu.

Baca juga: Festival Tari 5 Hari Dibuka di Zhejiang, China

“Ini bukan semata kompetisi, melainkan bentuk pengabdian untuk memperkenalkan identitas budaya Melayu Singkawang di tingkat regional Borneo,” ujarnya.

Festival yang digagas oleh Persatuan Kebangsaan Melayu Sarawak (PKMS) tersebut akan diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Pulau Borneo, termasuk Brunei Darussalam, Sabah, Sarawak, serta beberapa kabupaten di Kalimantan Barat seperti Sambas, Mempawah, Sanggau, dan Sekadau.

Asmadi menambahkan, keikutsertaan MABM Singkawang juga menjadi momentum memperkuat eksistensi budaya Melayu di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

“Kami ingin terus menggali, melestarikan, serta memanfaatkan potensi adat dan budaya Melayu yang hidup di Singkawang agar tetap relevan di masa kini,” ujarnya.

Baca juga: Menilik kemeriahan Festival Budaya China di Istanbul

Pewarta: Narwati
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *