Ribuan warga Kuba ikut aksi dukung Venezuela lawan campur tangan AS

Ribuan warga Kuba ikut aksi dukung Venezuela lawan campur tangan AS

  • Sabtu, 18 Oktober 2025 13:51 WIB
  • waktu baca 2 menit
Ribuan warga Kuba ikut aksi dukung Venezuela lawan campur tangan AS
Xinhua News

Havana (ANTARA) – Ribuan warga Kuba berunjuk rasa di Havana pada Jumat untuk menyatakan solidaritas dengan Venezuela dan menentang meningkatnya campur tangan Amerika Serikat di negara tersebut.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel memimpin aksi tersebut di depan patung penunggang kuda Simon Bolivar. Para perwakilan dari partai-partai sayap kiri dan warga setempat juga mengikuti aksi yang digelar di sepanjang jalan utama di distrik Vedado.

Roberto Morales, sekretaris organisasi Komite Pusat Partai Komunis Kuba, mengecam apa yang disebutnya sebagai “rencana intervensi” AS terhadap Venezuela dan menyoroti pengumpulan lebih dari 4,3 juta tanda tangan warga Kuba sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Venezuela.

“Kami membela Venezuela dari sini dan melalui setiap misi sosial yang negara kami jalankan di negara saudara tersebut,” kata Morales, sambil menyerukan “dialog yang penuh rasa hormat dan persatuan, bukan eksklusi.”

Para peserta melambaikan bendera Venezuela dan membawa spanduk yang mengecam peningkatan militer AS di Karibia, yang mereka gambarkan sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan kawasan tersebut.

“Ancaman terhadap Venezuela ini juga merupakan ancaman terhadap seluruh Amerika Latin,” kata Omar Olivares (57), seorang warga Havana yang ikut dalam demonstrasi itu sejak pagi hari.

Diaz-Canel menegaskan kembali dukungan Kuba terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dengan menulis di platform media sosial X: “Di saat kekaisaran dan pemimpinnya yang gegabah mengizinkan operasi rahasia CIA terhadap Venezuela, kami menyatakan solidaritas kami dengan rakyat yang bersaudara itu dan terutama dengan Presiden Nicolas Maduro.”

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Kuba mengeluarkan sebuah pernyataan yang menolak apa yang mereka sebut sebagai “dalih” AS untuk kemungkinan aksi militer terhadap Venezuela dan menyerukan komunitas internasional untuk bersatu menentangnya.

Sumber: Xinhua

Pewarta: Xinhua
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Tim SAR Evakuasi 6 Korban Pesawat ATR yang Ditemukan

    TIM pencarian dan pertolongan gabungan berhasil menemukan enam korban penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh pada 17 Januari 2026 lalu. Enam jenazah tersebut ditemukan di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan…

    CEO Indodax Oscar Darmawan Polisikan Akun Medsos soal Dugaan Fitnah

    Jakarta – CEO Indodax, Oscar Darmawan, melaporkan sebuah akun media sosial ke Polda Metro Jaya. Akun tersebut dituduh melancarkan fitnah dan pencemaran nama baik terhadapnya. Kabid Humas Polda Metro Jaya,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *