Legislator berhasil lobi Telkomsel bangun BTS di daerah terpencil

Legislator berhasil lobi Telkomsel bangun BTS di daerah terpencil

  • Senin, 8 September 2025 00:13 WIB
  • waktu baca 2 menit
Legislator berhasil lobi Telkomsel bangun BTS di daerah terpencil
Foto udara Base Transceiver Station (BTS) di Nagari Garabak Data, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (7/9/2025). ANTARA/Fandi Yogari

pembangunan BTS Telkomsel tersebut merupakan janjinya kepada masyarakat setempat yang sudah lama berharap dibangunnya tower yang berfungsi sebagai pemancar sinyal atau jaringan internet tersebut

Kabupaten Solok (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang salah satunya membidangi Kementerian BUMN, Andre Rosiade berhasil melobi Telkomsel untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) di daerah terpencil yakni Nagari Garabak Data, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

“Insyaallah Oktober 2025 BTS Telkomsel akan beroperasi secara penuh di Nagari Garabak Data, Kabupaten Solok,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade di Kabupaten Solok, Minggu.

Andre mengatakan pembangunan BTS Telkomsel tersebut merupakan janjinya kepada masyarakat setempat yang sudah lama berharap dibangunnya tower yang berfungsi sebagai pemancar sinyal atau jaringan internet tersebut. Sebab, selama ini daerah itu belum memiliki BTS sehingga warga kesulitan berkomunikasi dengan dunia luar.

Baca juga: Anggota DPR RI usulkan penambahan enam tower BTS di Kabupaten Solok

Secara umum perusahaan telekomunikasi di bawah naungan Kementerian BUMN tersebut membangun enam BTS di Kabupaten Solok pada 2025, dimana lima di antaranya sudah beroperasi dan satu di Nagari Garabak Data masih dalam tahap penyempurnaan.

Upaya dan lobi-lobi pembangunan BTS Telkomsel di wilayah itu juga melibatkan langsung peran dari Bupati Solok yakni Jon Firman Pandu. Pada 2026 daerah itu kembali mengupayakan pembangunan enam BTS di sejumlah titik yang masih mengalami blank spot.

Baca juga: Telkomsel berkoordinasi dengan aparat keamanan perbaiki BTS di Ilaga

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan pembangunan BTS tersebut sangat membantu masyarakat setempat terutama mempermudah komunikasi dengan dunia luar. Sebab, selama ini warga harus mencari tempat-tempat yang tinggi atau perbukitan apabila ingin menelepon.

“Sebelum adanya BTS, ketika anak-anak sekolah akan ujian terutama di masa pandemi mereka harus pergi ke perbukitan agar terhubung ke jaringan internet,” ujar dia.

Baca juga: Telkomsel “backup power” hingga 480 BTS di Bali saat listrik padam

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Safari Ramadan di Riau, Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Hadapi Tantangan Global

    Pekanbaru – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Riau dengan menggelar safari Ramadan bersama berbagai elemen masyarakat di Mapolda Riau. Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit…

    Dirut ASDP Buka Suara soal Biang Kerok Macet di Gilimanuk

    Jakarta – Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan salah satu penyebab macet di Pelabuhan Gilimanuk ialah operasional truk sumbu tiga yang melanggar aturan. Truk sumbu tiga yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *