
Riza: Presiden ingin demokrasi yang sehat, untuk kepentingan bangsa
- Sabtu, 30 Agustus 2025 02:06 WIB
- waktu baca 4 menit

…Bapak Presiden juga sudah menyampaikan bahwa silakan di negara demokrasi ini menyampaikan aspirasi, disampaikan secara terbuka, secara transparan.
Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menyampaikan Presiden Prabowo Subianto selalu menginginkan demokrasi dibangun dengan aspirasi-aspirasi yang sehat dan sungguh-sungguh untuk kepentingan bangsa.
Riza, yang ditemui di depan rumah duka almarhum Affan Kurniawan, Jakarta, Jumat (29/8) malam, juga menyebut Presiden Prabowo selalu menjaga demokrasi, dan selalu terbuka terhadap aspirasi-aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.
“Bapak Presiden, tentu, sejak dulu, Bapak Presiden selalu ingin demokrasi dibangun di atas aspirasi yang sehat, yang bersih, yang sungguh-sungguh hanya untuk kepentingan bangsa. Tidak boleh ada kepentingan-kepentingan lain di luar kepentingan bangsa dan negara,” kata Riza Patria menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas Presiden Prabowo bertakziah ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan.
Riza melanjutkan massa aksi yang berunjuk rasa perlu juga mewaspadai ada kelompok tertentu yang ingin menunggangi demonstran. Oleh karena itu, massa aksi pun perlu berhati-hati.
“Bapak Presiden juga sudah menyampaikan bahwa silakan di negara demokrasi ini menyampaikan aspirasi, disampaikan secara terbuka, secara transparan. Namun juga menjaga, jangan sampai anarkis, jangan sampai ditunggangi, jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Riza.
Menurut Riza Patria, kelompok yang menunggangi massa itu punya agenda yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maju. “Jadi, kami harapkan semua, masyarakat, apalagi generasi muda, anak-anak, adik-adik, jangan mudah terpancing, terprovokasi. Ada saja pihak-pihak yang ingin memanfaatkan,” sambung dia.
Dalam kesempatan yang sama, Riza menyatakan pemerintah saat ini bekerja keras membangun bangsa, dengan semua sumber daya yang dimiliki, untuk bangkit menjadi negara yang maju, sejahtera, dan makmur.
Baca juga: Rumahnya didatangi Prabowo, Ayah Affan minta tegakkan hukum seadilnya
Ribuan massa kembali berdemonstrasi pada Jumat di beberapa titik di Jakarta Pusat, dan daerah-daerah lain, di antaranya di Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Jambi, Tangerang, Karawang, Jember, dan Yogyakarta. Massa berunjuk rasa memprotes tunjangan gaji anggota DPR, berikut beberapa wakil rakyat yang sikapnya dinilai arogan. Luapan kemarahan massa juga memuncak setelah insiden kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob Polri melindas Affan Kurniawan hingga meninggal dunia.
Kejadian itu terjadi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam, di lokasi yang menjadi titik bentrok massa aksi dengan polisi. Affan, yang saat itu berada di lokasi, dalam perjalanannya mengantarkan makanan untuk pelanggan. Affan pun menghembuskan napas terakhirnya di RSCM pada usia 21 tahun.
Beberapa jam setelah Affan dinyatakan meninggal dunia di RSCM, Jakarta Pusat, tujuh polisi yang berada di dalam Barracuda Brimob itu ditangkap dan ditahan oleh kepolisian. Tujuh polisi itu pun menjalani pemeriksaan sejak Kamis malam hingga Jumat (29/8), dan mereka pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan memakai baju tahanan. Pemeriksaan dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
Presiden Prabowo pada Jumat siang kemudian mengeluarkan pernyataan resmi, yang salah satunya mengungkapkan rasa kecewanya terhadap tindakan berlebihan polisi. “Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, serta memberikan perhatian khusus kepada baik orang tuanya, adik-adik, dan kakak-kakaknya. Saudara-saudara sekalian, sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan,” kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Riza Patria: Presiden Prabowo tegas aparat yang berlebihan ditindak
Presiden kemudian memerintahkan kepolisian mengusut tuntas dan transparan pelaku yang melindas Affan hingga meninggal dunia. “Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab,” kata Presiden Prabowo.
Kemudian, pada Jumat malam pukul 21.50 WIB, Presiden Prabowo melayat ke rumah duka, dan bertemu dengan keluarga almarhum Affan. Di rumah kontrakan seluas 3×11 meter, yang dihuni oleh almarhum Affan dan enam anggota keluarga lainnya, Presiden menyampaikan langsung belasungkawa, dan mendengarkan langsung luapan kekecewaan, keluhan, dan keinginan dari keluarga korban.
Baca juga: Temui orang tua Affan, Presiden Prabowo komitmen tegakkan keadilan
Presiden, dalam pertemuannya dengan keluarga, juga memberikan bantuan rumah untuk keluarga Affan, yang selama ini mengontrak. Affan, semasa hidupnya, memiliki cita-cita untuk membelikan rumah untuk ibundanya, Herlina. Bantuan rumah itu, yang berada di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah diberikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait kepada keluarga Affan.
Pewarta: Genta Tenri Mawangi/Fathur Rochman
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Komentar
Berita Terkait
Rekomendasi lain
Cara mudah login WhatsApp Web
- 3 Juli 2024
Bacaan sholat dan panduan lengkap urutannya
- 26 Agustus 2024
Lirik lagu patah hati “Sadrah” dari For Revenge
- 29 Agustus 2024
Kapan waktu yang tepat untuk baca niat puasa?
- 28 Februari 2025
Setelah lolos seleksi, kapan CPNS 2024 mulai bekerja secara resmi?
- 10 Februari 2025
Cara mudah aktivasi kembali kartu XL yang hangus
- 17 Juli 2024
Daftar barang dan jasa yang bebas PPN 12 persen
- 14 Desember 2024
Lirik lagu “Kangen”, karya monumental Dewa 19
- 8 Agustus 2024
Rincian biaya hidup di Bandung untuk mahasiswa
- 8 Oktober 2024