Ratusan mahasiswa-ojek online unjuk rasa damai di depan Polda Kalteng

Ratusan mahasiswa-ojek online unjuk rasa damai di depan Polda Kalteng

  • Jumat, 29 Agustus 2025 19:18 WIB
  • waktu baca 3 menit
Ratusan mahasiswa-ojek online unjuk rasa damai di depan Polda Kalteng
Seruan Aksi Germis Palangka Raya di depan Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Jumat (29/8/2025), terkait insiden ojol dilindas rantis Brimob di Jakarta, Kamis malam. ANTARA/Luthfiyani Kamila.

Palangka Raya (ANTARA) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kritis (Germis) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalimantan Tengah, di Kota Palangka Raya, Jumat

“Aksi ini merupakan respons atas tragedi memilukan yang terjadi di Jakarta, di mana seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pembubaran aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis malam (28/8),” kata salah satu pengemudi ojol, Rizki Al Mubarak di lokasi unjuk rasa.

Dia mengatakan bahwa tuntutan aspirasi pengunjuk rasa agar dapat didengarkan dan disampaikan ke seluruh jajaran aparat kepolisian untuk mengedepankan sikap humanis dalam menjalankan tugasnya.

“Kami di sini bersama-sama berjuang untuk mengusut tuntas tragedi yang memilukan itu. Tujuh pelaku kami minta untuk diungkap ke publik, kita perlu tahu siapa nama-nama mereka, dan bisa dihukum dengan seberat-beratnya,” katanya.

Pantauan di lapangan, massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa hingga driver ojol ini berkumpul di depan Mapolda Kalteng. Mereka menuntut agar kasus kematian Affan diusut secara tuntas, transparan, dan berkeadilan, tanpa ada upaya untuk menutup-nutupi fakta.

Mereka menyoroti bahwa tindakan brutal seperti ini merusak nilai-nilai demokrasi dan melanggar hak asasi manusia, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Unjuk rasa ini juga menjadi bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat yang terus memperjuangkan keadilan sosial dan supremasi sipil.

Aksi ini menjadi bagian dari gelombang demonstrasi serupa di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Kendari, yang juga menuntut pertanggungjawaban atas kematian Affan.

Ojol bersama Gerakan Mahasiswa Kritis atau Gerakan (Germis) Kota Palangka Raya menegaskan bahwa mereka akan terus menyuarakan aspirasi rakyat dan memastikan bahwa tragedi ini tidak terulang di masa depan.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya dari awal hingga akhir sudah mendengar semua aspirasi yang disampaikan para mahasiswa yang tergabung dalam Germis Kota Palangka Raya maupun pengemudi ojol.

“Kalian datang ke sini, saya sudah mendengar aspirasi kalian semua. Baik yang kalian lakukan seperti pelemparan kepada petugas, kami tetap mendengarkan. Dan saya juga sudah menyampaikan kepada seluruh anggota untuk mengamankan semua aspirasi agar tetap berjalan aman, lancar dan tertib,” kata Iwan.

Sembagi berkomunikasi dengan mahasiswa, dia menambahkan, boleh melakukan aspirasi dengan bebas, namun jangan sampai melakukan tindakan yang anarkis atau yang merugikan.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pihaknya masih memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang terlibat insiden rantis yang menabrak seorang pengemudi ojol.

“Hasil konfirmasi Kadiv Propam Polri, tujuh orang ada di Divisi Propam Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan,” kata Trunoyudo.

Trunoyudo menegaskan proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan objektif dengan melibatkan pihak eksternal.

Baca juga: Mahasiswa nyanyikan lagu “Gugur Bunga” saat hujan di Polda Metro Jaya

Baca juga: Polresta Barelang gelar aksi kepedulian untuk pengemudi ojol

Baca juga: Pengendara ojol-warga Kota Malang gelar aksi solidaritas bagi Affan

Pewarta: Rendhik Andika/Luthfiyani Kamila
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Orang tua dan guru diminta cegah anak terlibat aksi demonstrasi

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Orang tua dan guru diminta cegah anak terlibat aksi demonstrasi Jumat, 29 Agustus 2025 21:17 WIB waktu baca…

    Desa Panglipuran ditetapkan sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Desa Panglipuran ditetapkan sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan Jumat, 29 Agustus 2025 21:15 WIB waktu baca 2 menit Sekjen…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *