
Dokter anak: Vaksinasi masih jadi pencegah utama penyakit campak
- Jumat, 29 Agustus 2025 12:14 WIB
- waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) – Dokter spesialis anak dr. Ria Yoanita, Sp. A menegaskan bahwa vaksinasi masih menjadi langkah utama dalam pencegahan campak.
“Vaksinasi adalah satu-satunya pencegahan utama campak,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa gizi seimbang juga tak kalah penting terutama untuk daya tahan tubuh dan mencegah komplikasi campak.
Dokter yang juga anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini menyarankan agar anak mendapatkan asupan nutrisi makro yang merupakan sumber energi dengan kandungan protein dan lemak dan mikronutrien seperti zat besi, vitamin C, D, zinc dapat terpenuhi dalam pola makan sehari-hari.
Selain itu, tambah dia, pemberian vitamin A dosis tinggi yang sesuai usia yakni 100.000–200.000 IU selama hari berturut-turut terbukti menurunkan risiko komplikasi pneumonia, kebutaan, dan kematian.
Baca juga: Anak yang terkena campak harus diisolasi untuk cegah penularan
“Namun hal ini bukan untuk pencegahan rutin, dan dosis tinggi tanpa indikasi bisa berbahaya,” pungkasnya.
Sebelumnya,Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut penyakit campak lebih berbahaya dari COVID-19 karena tingkat penularan penyakit tersebut lebih cepat.
“Jika COVID-19 memiliki tingkat penularan satu orang ke dua hingga tiga orang, campak ini mampu menular dari satu orang ke 18 orang lainnya,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.
Untungnya, sambung dia, penanganan penyakit campak ini sama seperti COVID-19 yakni sudah ada vaksinnya dan sangat efektif.
Pihaknya juga memperketat pengawasan melalui surveilans ketat di empat kabupaten di Madura, termasuk rencana pendirian laboratorium khusus di pulau tersebut.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, tidak hanya di Madura tetapi juga daerah lain, seiring dengan tingginya kasus campak seperti Sumatera Utara, agar segera membawa balita dan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyerukan pentingnya percepatan program imunisasi menjadi langkah pemerintah dalam menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang kini ditemukan di beberapa daerah seperti di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Pemerintah dipastikan akan bereaksi cepat dengan program vaksinasi khusus, mengingat saat ini sudah ada 46 wilayah di Indonesia yang melaporkan temuan penyakit campak.
Baca juga: Menkes: Perlu akselarasi imunisasi guna cegah campak pada anak-anak
Baca juga: Vitamin A dosis tinggi penting cegah infeksi campak jadi lebih parah
Baca juga: Dokter: penggunaan vaksin MR cegah cacat lahir
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Komentar
Berita Terkait
Dinas Kesehatan Gorontalo berupaya tekan kasus campak
- 13 Maret 2025
Cegah campak, Sahabat Sukarelawan Indonesia buka poskes di Badui
- 19 September 2022
Dokter: penggunaan vaksin MR cegah cacat lahir
- 24 Agustus 2018
Rekomendasi lain
Lima cara mudah cek tarif jalan tol
- 15 Agustus 2024
Tidak perlu sidang, begini cara betulkan nama yang salah di KTP-el
- 18 Februari 2025
Cara cek penerima KJP yang cair 6 Desember 2024
- 6 Desember 2024
Siapa Cleopatra? Simak kisah singkat sang ratu Mesir kuno
- 12 Agustus 2024
Rincian harta kekayaan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
- 16 November 2024
Doa memohon husnul khotimah
- 19 Agustus 2024