Dokter anak: Vaksinasi masih jadi pencegah utama penyakit campak

Dokter anak: Vaksinasi masih jadi pencegah utama penyakit campak

  • Jumat, 29 Agustus 2025 12:14 WIB
  • waktu baca 2 menit
Dokter anak: Vaksinasi masih jadi pencegah utama penyakit campak
Petugas kesehatan Puskesmas Pragaan menyuntikkan vaksin campak rubella kepada anak-anak di TK Al-Amien, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (27/8/2025). Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Sumenep mencatat hingga Selasa (26/8) sebanyak 11.190 anak atau 15,1 persen dari total 73.969 sasaran telah melakukan imunisasi campak hingga hari kedua pelaksanaan imunisasi campak masal di wilayah itu. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/bar

Jakarta (ANTARA) – Dokter spesialis anak dr. Ria Yoanita, Sp. A menegaskan bahwa vaksinasi masih menjadi langkah utama dalam pencegahan campak.

“Vaksinasi adalah satu-satunya pencegahan utama campak,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa gizi seimbang juga tak kalah penting terutama untuk daya tahan tubuh dan mencegah komplikasi campak.

Dokter yang juga anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini menyarankan agar anak mendapatkan asupan nutrisi makro yang merupakan sumber energi dengan kandungan protein dan lemak dan mikronutrien seperti zat besi, vitamin C, D, zinc dapat terpenuhi dalam pola makan sehari-hari.

Selain itu, tambah dia, pemberian vitamin A dosis tinggi yang sesuai usia yakni 100.000–200.000 IU selama hari berturut-turut terbukti menurunkan risiko komplikasi pneumonia, kebutaan, dan kematian.

Baca juga: Anak yang terkena campak harus diisolasi untuk cegah penularan

“Namun hal ini bukan untuk pencegahan rutin, dan dosis tinggi tanpa indikasi bisa berbahaya,” pungkasnya.

Sebelumnya,Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut penyakit campak lebih berbahaya dari COVID-19 karena tingkat penularan penyakit tersebut lebih cepat.

“Jika COVID-19 memiliki tingkat penularan satu orang ke dua hingga tiga orang, campak ini mampu menular dari satu orang ke 18 orang lainnya,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.

Untungnya, sambung dia, penanganan penyakit campak ini sama seperti COVID-19 yakni sudah ada vaksinnya dan sangat efektif.

Pihaknya juga memperketat pengawasan melalui surveilans ketat di empat kabupaten di Madura, termasuk rencana pendirian laboratorium khusus di pulau tersebut.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, tidak hanya di Madura tetapi juga daerah lain, seiring dengan tingginya kasus campak seperti Sumatera Utara, agar segera membawa balita dan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyerukan pentingnya percepatan program imunisasi menjadi langkah pemerintah dalam menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang kini ditemukan di beberapa daerah seperti di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pemerintah dipastikan akan bereaksi cepat dengan program vaksinasi khusus, mengingat saat ini sudah ada 46 wilayah di Indonesia yang melaporkan temuan penyakit campak.

Baca juga: Menkes: Perlu akselarasi imunisasi guna cegah campak pada anak-anak

Baca juga: Vitamin A dosis tinggi penting cegah infeksi campak jadi lebih parah

Baca juga: Dokter: penggunaan vaksin MR cegah cacat lahir

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Walkot Madiun Maidi Bantah Terima Gratifikasi: Nggak Benar Itu

    Jakarta – Wali Kota Madiun Maidi bersikukuh membantah menerima gratifikasi terkait pengadaan proyek. Maidi mengatakan semua itu tidak benar. “Nggak benar, nggak benar. (Gratifikasi) nggak ada, nggak ada itu. (Rp…

    Satbrimob Polda Banten Bersihkan Sekolah dan Salurkan Al-Qur'an di Aceh

    Jakarta – Personel Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Banten yang tergabung dalam Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Aceh membersihkan sekolah pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara. Mereka juga menyalurkan bantuan Al-Qur’an…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *