BNI pastikan situasi di Menara Pejompongan aman pascavideo viral

BNI pastikan situasi di Menara Pejompongan aman pascavideo viral

  • Jumat, 29 Agustus 2025 20:15 WIB
  • waktu baca 2 menit
BNI pastikan situasi di Menara Pejompongan aman pascavideo viral
Bentrokan antara pelajar dan polisi terjadi di kawasan Pejompongan tepatnya di depan tower BNI Pejompongan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) petang. ANTARA/Mario Sofia Nasution

Jakarta (ANTARA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) memastikan kondisi di sekitar Menara BNI Pejompongan, Jakarta, aman dan terkendali setelah beredarnya video viral yang menampilkan pergerakan massa di kawasan tersebut.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, peristiwa yang terekam dalam video memperlihatkan sekelompok massa yang melintas di area “drop-off” menuju permukiman warga di belakang menara, bukan memasuki gedung.

“Saat kejadian, tidak ada nasabah maupun pegawai di area tersebut karena operasional kantor cabang telah tutup dan pegawai dipulangkan lebih awal demi alasan keamanan,” kata Okki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan tidak ada kerusakan pada fasilitas gedung maupun penyewa di dalamnya.

BNI juga memastikan keamanan karyawan dan nasabah tetap menjadi prioritas dengan menerapkan prosedur standar pada situasi berpotensi tidak kondusif.

“Kondisi di BNI Pejompongan aman. Seluruh 'tenant' di dalam gedung tidak ada yang mengalami kerusakan dan sudah ditangani oleh pihak masing-masing,” ujarnya menambahkan.

BNI berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus meluruskan informasi yang beredar.

Perseroan juga mengimbau publik agar mengacu pada keterangan resmi dari pihak berwenang serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar tidak pasti.

Baca juga: BNI tutup sementara empat kantor cabang di Jakarta imbas demo

Baca juga: RS Polri pastikan tak ada polisi meninggal usai aksi 28 Agustus

Baca juga: Warga Kampung Melayu harap Jakarta tetap kondusif

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pegawai SPPG Diangkat PPPK, Dosen UMY: Ciderai Rasa Keadilan

    RENCANA pemerintah untuk mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026 memicu kritik.  Kebijakan…

    Di WEF Davos, Prabowo Klaim MBG Ciptakan 600 Ribu Pekerjaan

    PRESIDEN Prabowo Subianto membanggakan proyek makan bergizi gratis atau MBG ketika berpidato di World Economic Forum Annual Meeting 2026, di Davos, Swiss. Menurut Prabowo, program yang ia unggulkan sejak masa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *