
ASEAN-India sepakati percepatan tinjauan AITIGA, ditarget rampung 2025
- Jumat, 29 Agustus 2025 11:16 WIB
- waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) – Para Menteri ekonomi ASEAN menyepakati percepatan penyelesaian perundingan tinjauan (review) ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA), yang ditargetkan selesai sebelum akhir 2025.
Wakil Menteri Perdagangan RI sekaligus Ketua Delegasi Indonesia Dyah Roro Esti mengatakan bahwa kesepakatan tersebut terjadi dalam Special ASEAN Economic Ministers (AEM) Meeting on the Review of the ASEAN-India Trade in
Goods Agreement (AITIGA), yang berlangsung secara hibrida di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
“Pertemuan ini merupakan kesempatan strategis untuk menuntaskan isu-isu yang masih tertunda dengan India dan mendorong tercapainya hasil yang bermakna serta seimbang bagi seluruh pihak,” ujar Roro dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Roro menjelaskan para menteri telah menerima laporan perkembangan review AITIGA yang disampaikan Malaysia selaku koordinator perundingan ASEAN-India.
Indonesia memberikan dukungan penuh agar proses ini dapat segera diselesaikan dengan tujuan menjadikan AITIGA lebih sederhana, transparan, dan dapat memfasilitasi para pelaku usaha.
Dalam pertemuan ini, Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan perdagangan jangka panjang ASEAN-India yang selama ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi kawasan.
Implementasi AITIGA dinilai membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan perdagangan kawasan.
“Hal ini mempertegas komitmen Indonesia untuk mendorong agar tinjauan AITIGA menghasilkan peningkatan fasilitasi perdagangan, pendalaman integrasi ekonomi kawasan, serta perluasan peluang usaha bagi semua pihak,” kata Roro.
India saat ini merupakan mitra dagang terbesar ke-8 bagi ASEAN. Oleh karena itu, review AITIGA dipandang sebagai momentum mempererat hubungan perdagangan kedua pihak.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dengan India pada 2023 tercatat sebesar 29,18 miliar dolar AS, dengan surplus bagi Indonesia.
Nilai ekspor Indonesia mencapai 22,5 miliar dolar AS, sedangkan impor sebesar 6,66 miliar dolar AS. Komoditas utama ekspor Indonesia ke India meliputi batu bara, minyak sawit, baja nirkarat (stainless steel), dan bijih tembaga.
Baca juga: Sugiono soroti keamanan kawasan dalam kemitraan strategis ASEAN-India
Baca juga: Prabowo sebut India mitra penting bagi Indonesia
Baca juga: Airlangga harap perluasan kerja sama RI-India di berbagai sektor lain
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Komentar
Berita Terkait
Rekomendasi lain
Daftar juara Liga Champions, tim mana yang paling sukses?
- 21 Agustus 2024
Apa perbedaan antara kripto dan Bitcoin? Simak penjelasannya
- 31 Januari 2025
Hukum dan dalil mengonsumsi minuman keras dalam Islam
- 18 September 2024
Perbedaan KIS dan BPJS kesehatan
- 25 Juli 2024