Pemprov DKI tumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini

Pemprov DKI tumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini

  • Senin, 25 Agustus 2025 17:58 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemprov DKI tumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko saat memberikan sambutan dalam Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (Fesdikgana) 2025 di Jakarta, Senin (25/8/2025). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menumbuhkan budaya sadar bencana pada masyarakat sejak dini melalui jalur pendidikan.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan salah satu bentuk upaya sadar bencana ini melalui Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (Fesdikgana) yang menyasar kepada kalangan pelajar.

“Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Sigit di Jakarta, Senin.

Sigit mengatakan festival tersebut merupakan wujud nyata bagaimana pendidikan dini kaitan dengan kebencanaan bisa diselenggarakan. Kegiatan ini sudah ketiga kalinya digelar.

Baca juga: DKI tumbuhkan kepedulian pelajar terhadap isu kesiapsiagaan bencana

Tahun ini, Fesdikgana mengusung tema “Generasi Tangguh Lawan si Jago merah” yang fokus pada bencana kebakaran.

Hal tersebut mengingat kebakaran masih menjadi tantangan di Jakarta lantaran kejadian kebakaran tak mengenal musim atau waktu, sehingga dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Sigit menyampaikan, Fesdikgana dapat menjadi sarana penting untuk mengedukasi khususnya generasi muda tentang pencegahan, penanganan, dan penanggulangan bencana melalui pembelajaran interaktif, simulasi, dan kegiatan kreatif.

Melalui cara ini, kata dia, pengetahuan yang diperoleh akan lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan pendidikan kesiapsiagaan bencana merupakan hal yang sangat penting dan harus melibatkan masyarakat dalam upaya meminimalkan dampak buruk dari bencana.

Fesdikgana 2025 yang berlangsung sejak 1 Juli-25 Agustus 2025 itu digelar di Kantor BPBD DKI Jakarta.

Ada tiga bentuk kegiatan yang dilakukan berupa kompetisi bagi siswa-siswi sekolah di wilayah provinsi DKI Jakarta yakni lomba video edukasi, lomba poster edukasi dan lomba cerdas cermat kebencanaan.

Baca juga: Fesdikgana untuk tingkatkan pengetahuan kebencanaan bagi pelajar

“Memang ada usulan untuk Jabodetabek tapi nampaknya kita harus fokus sama wilayah kita. Walaupun memang yang namanya bencana itu sebetulnya tidak mengenai batas administrasi,” kata Yohan.

Melalui Fesdikgana, BPBD DKI Jakarta berkomitmen membangun budaya sadar bencana sejak dini serta memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi potensi risiko bencana di masa mendatang.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *