Baznas perkuat dakwah inklusif lewat pelatihan Al-Quran isyarat di SLB

Baznas perkuat dakwah inklusif lewat pelatihan Al-Quran isyarat di SLB

  • Sabtu, 23 Agustus 2025 19:55 WIB
  • waktu baca 2 menit
Baznas perkuat dakwah inklusif lewat pelatihan Al-Quran isyarat di SLB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyelenggarakan kegiatan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Quran Isyarat 2024 di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 4 Koja, Jakarta Utara dalam memperkuat dakwah inklusif di tanah air. ANTARA/HO-Baznas RI

…Kami berharap program ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, tapi menjadi gerakan dakwah yang menumbuhkan kepedulian dan kesetaraan dalam pendidikan Islam

Jakarta (ANTARA) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyelenggarakan kegiatan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Quran Isyarat 2024 di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 4 Koja, Jakarta Utara dalam memperkuat dakwah inklusif di tanah air.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menyatakan pengembangan program ini didorong oleh kepedulian terhadap akses pembelajaran agama yang adil dan menyeluruh bagi semua kalangan.

“Kami ingin memastikan hak untuk belajar Al-Quran tidak berhenti di batas kemampuan fisik. Melalui program ini, Baznas mendorong lahirnya ruang-ruang pembelajaran yang ramah bagi difabel, agar mereka pun bisa tumbuh sebagai generasi qurani,” kata Saidah melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.

Saidah menyebutkan pelatihan yang diikuti oleh 52 murid tuna rungu dari tingkat SD hingga SMA itu menjadi langkah Baznas dalam memperluas jangkauan dakwah inklusif, agar pembelajaran Al-Quran dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas rungu.

Sejak digulirkan pada tahun 2024, jelas dia, Program ToT Pengajar Al-Quran Isyarat telah menjangkau 34 titik di 28 provinsi, dengan total peserta mencapai 1.036 orang.

Baca juga: Cahaya zakat menembus sunyi teman tuli lewat Mushaf Al-Qur'an Isyarat

“Para peserta terdiri dari guru SLB, komunitas difabel, serta guru agama yang memiliki kepedulian terhadap penyebaran ilmu Al-Quran di kalangan difabel,” ujarnya.

Saidah memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mencatat terdapat lebih dari 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia, dan sekitar 1,8 juta di antaranya adalah penyandang tuna rungu.

Menurutnya, hal ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan akan pendidikan Islam yang inklusif sangat mendesak.

Saidah menekankan pihaknya akan terus mendorong pelibatan masyarakat dalam mendukung dakwah inklusif melalui zakat, infak, dan sedekah. Program ini menjadi salah satu wujud dari peran zakat dalam membangun peradaban yang adil, terbuka, dan penuh kasih sayang.

Baca juga: Membuka jalan menuju sukses untuk anak istimewa di perbatasan

“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, tapi menjadi gerakan dakwah yang menumbuhkan kepedulian dan kesetaraan dalam pendidikan Islam,” tutur Saidah Sakwan.

Baca juga: Kemkomdigi dorong inklusivitas lewat kompetisi TIK bagi disabilitas

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Punya Bukti Tebal Dugaan Korupsi Haji, Kapan KPK Periksa Yaqut?

    Jakarta – KPK telah mengantongi bukti tebal hingga menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus korupsi kuota haji tahun 2024. Lalu kapan KPK memeriksa Yaqut sebagai…

    4 WNI Diculik di Laut Afrika, Komisi I DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat

    Jakarta – Sebanyak 4 orang WNI awak kapal penangkap ikan diculik kelompok penyerang bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendesak pemerintah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *