Inggris “diam-diam” siapkan rencana akhiri konflik Israel-Palestina

Inggris “diam-diam” siapkan rencana akhiri konflik Israel-Palestina

  • Minggu, 10 Agustus 2025 19:51 WIB
  • waktu baca 2 menit
Inggris
Ilustrasi – Inggris. ANTARA/Anadolu/py.

Moskow (ANTARA) – Pemerintah Inggris selama enam bulan terakhir “secara diam-diam” telah menyusun rencana untuk menyelesaikan masalah Palestina, New York Times (NYT) melaporkan, Minggu (10/8).

Jonathan Powell, penasihat keamanan Perdana Menteri Keir Starmer, mulai membagikan rencana delapan poin kepada sekutu Inggris sejak 29 Juli, bersamaan dengan konferensi di New York mengenai penyelesaian konflik Palestina-Israel, menurut laporan harian AS itu.

Sejumlah pejabat Eropa, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa rencana itu mencakup pembentukan pemerintahan di Jalur Gaza dan penempatan pasukan keamanan internasional di wilayah kantong Palestina itu.

Pemerintahan yang berisi para teknokrat tersebut akan berhubungan dengan Otoritas Palestina yang telah direformasi, kata mereka.

Rencana itu juga menyerukan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, pemantauan gencatan senjata oleh AS, dan pada akhirnya pembentukan dua negara merdeka: Israel dan Palestina.

Baca juga: Palestina sambut komitmen Inggris akui Negara Palestina di Sidang PBB

Konferensi tingkat tinggi (KTT) tentang Palestina berlangsung di New York pada 28-30 Juli, dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi.

KTT itu menghasilkan deklarasi yang menekankan perlunya langkah-langkah terukur untuk mewujudkan solusi dua negara, mengakhiri perang di Jalur Gaza, dan mencapai penyelesaian damai yang berkelanjutan bagi konflik Israel-Palestina.

Pada 25 Juli, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya akan mengakui negara Palestina pada September. Inggris mengancam akan melakukan hal serupa jika Israel tidak menangani krisis kemanusiaan di Gaza.

Hingga kini, Palestina telah diakui oleh 147 negara, termasuk 10 negara yang baru mengakuinya sejak 2024 seperti Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia. AS masih menolak mengakui Palestina dan memveto keanggotaan penuh Palestina di PBB pada 2024.

Rusia menegaskan bahwa penyelesaian konflik Israel-Palestina hanya mungkin terwujud jika solusi dua negara yang disetujui PBB dijalankan, yakni pembentukan negara Palestina berdasarkan perjanjian perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

​​​​​​​Baca juga: Palestina optimistis semakin banyak negara akan berikan pengakuan

Baca juga: Konferensi PBB adopsi kerangka kerja untuk solusi dua negara

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    ART Wanita di Kota Serang Ditusuk 2 Orang Tak Dikenal hingga Tewas

    Serang – Wanita berinisial QA (27), seorang asisten rumah tangga (ART), ditusuk oleh dua orang pria tak dikenal di Jalan KH Abdul Hadi, Lingkungan Kebon Jahe, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang,…

    Cerita Korban Tergiur Trading Kripto gegara Timothy Ronald Flexing Hidup Hedon

    Jakarta – Pelapor kasus dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama influencer Timothy Ronald bercerita awal mula dia bermain kripto hingga rugi Rp 3 miliar. Pelapor bernama Younger bercerita dia…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *