Relevansi gagasan Sjahrir dan Soemitro tentang kesejahteraan sosial

Telaah

Relevansi gagasan Sjahrir dan Soemitro tentang kesejahteraan sosial

  • Oleh Dr Taufan Hunneman*)
  • Rabu, 9 Juli 2025 05:07 WIB
  • waktu baca 8 menit
Relevansi gagasan Sjahrir dan Soemitro tentang kesejahteraan sosial
Ilusterasi – Prabowo Subianto (kanan) bersama anaknya Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo (kedua kanan) berdoa di makam Soemitro Djojohadikusumo di TPU Karet Bivak, Jakarta, Kamis (15/2/2024). ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/rwa.

…upaya menjaga daya beli masyarakat atau konsumsi melalui pencapaian full employment memang memerlukan intervensi pemerintah sebagai pelaku ekonomi.

Jakarta (ANTARA) – Sebagai pemikir kelas wahid, gagasan Sutan Sjahrir selalu aktual. Pemikirannya terus dibaca dan dibahas hingga jauh hari setelah Sutan Sjahrir berpulang pada April 1966.

Penulis, sebagai bagian dari aktivis gerakan mahasiswa generasi 1990-an, menjadi saksi bagaimana pemikiran dan patriotisme Sjahrir selalu menjadi inspirasi bagi pergerakan kaum muda dari waktu ke waktu.

Saat Sjahrir meninggal, bisa jadi sebagian besar aktivis generasi 90-an belum lagi lahir,. Namun, sebagaimana pengalaman penulis sendiri, tulisan Sjahrir tetap bisa dinikmati, dan yang lebih penting, selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Sutan Sjahrir merupakan generasi awal intelektual sosialis yang ditempa dalam pergulatan antikolonial yang bersifat transnasional.

Menurut Herbert Feith dalam kajian klasiknya, menyebut ideologi Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang didirikan Sjahrir mengandung “lebih banyak muatan Fabianisme” ketimbang Marxisme, yang ditandai dengan besarnya peran intelektual dalam mengarahkan ekonomi-politik suatu negara menuju sosialisme.

Adalah Sjahrir (bersama Hatta) yang mengintrodusir pemikiran proto sosialisme, demokratis di Indonesia yang banyak mendapat pengaruh dari Belanda dan Eropa Barat, tempat Sjahrir (bersama Hatta juga) dalam melanjutkan studi.

Pengaruh pemikiran sosialisme-demokratis dari Belanda sangat mewarnai Sjahrir saat kembali ke Indonesia (Hindia Belanda).

Baca juga: Humanisme dalam surat cinta Sjahrir untuk Maria

Baca juga: ANTARA Doeloe: Sutan Sjahrir akan berpidato dimuka umum

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *