Pemerintah ingin tingkatkan promosi batik ke masyarakat mancanegara

Pemerintah ingin tingkatkan promosi batik ke masyarakat mancanegara

  • Selasa, 1 Juli 2025 09:26 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemerintah ingin tingkatkan promosi batik ke masyarakat mancanegara
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengunjungi Rumah Batik Oey Soe Tjoen di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (28/6/2025). (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengemukakan keinginan pemerintah untuk meningkatkan promosi batik Indonesia ke masyarakat mancanegara.

Saat mengunjungi Rumah Batik Oey Soe Tjoen di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (28/6), dia mengemukakan perlunya penyelenggaraan pameran untuk mempromosikan batik kepada konsumen di luar negeri.

“Kita harus memperlihatkan kepada orang luar atau dalam negeri dan siapapun yang mengapresiasi batik ini, untuk itu, pemerintah akan mempersiapkan pameran agar dapat menjual lebih luas,” katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers pemerintah di Jakarta, Selasa.

Dia juga mengemukakan perlunya pengembangan produk batik dengan kualitas tinggi untuk menarik minat konsumen.

“Kita perlu meningkatkan nilainya terlebih dahulu, salah satunya dengan hadirnya batik kurator, agar dapat memberi tahu fashion designer global perbedaan antara batik asli dengan yang tidak,” katanya.

Dia mengapresiasi keuletan dan konsistensi Rumah Batik Oey Soe Tjoen dalam menjaga kualitas batik mereka.

Rumah Batik Oey Soe Tjoen didirikan tahun 1925. Usaha batik yang dirintis oleh Oey Soe Tjoen dan istrinya, Kwee Tjoen Giok Nio, itu sekarang dikelola oleh cucu mereka, Oey Kiem Lian atau Widiati Widjaja.

Batik Oey Soe Tjoen dikenal dengan kehalusan goresan, ketelitian pengerjaan, serta perpaduan warna yang khas.

Kualitas tersebut menjadikan koleksi batik produksi Rumah Batik Oey Soe Tjoen punya nilai tinggi dan diminati oleh para kolektor.

Baca juga: Museum Batik Pekalongan tampilkan koleksi batik bercorak Islami

Baca juga: Pemerintah dukung pengembangan usaha ekonomi kreatif berkelanjutan

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *