Produksi otomotif Inggris anjlok ke level terendah sejak 1949 pada Mei

Produksi otomotif Inggris anjlok ke level terendah sejak 1949 pada Mei

  • Sabtu, 28 Juni 2025 10:17 WIB
  • waktu baca 2 menit
Produksi otomotif Inggris anjlok ke level terendah sejak 1949 pada Mei
Seorang pria mengisi bahan bakar kendaraannya di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Manchester, Inggris pada 13 April 2022. ANTARA/Xinhua/Jon Super.

London (ANTARA) – Produksi otomotif Inggris anjlok ke level terendah untuk bulan Mei sejak 1949, dengan data terbaru yang dirilis pada Jumat (27/6) menunjukkan kontraksi berkelanjutan di sektor manufaktur kendaraan negara tersebut untuk bulan kelima berturut-turut.

Menurut badan perdagangan otomotif terkemuka Inggris, Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), total produksi otomotif pada Mei anjlok 32,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), mencapai hanya 49.810 unit.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pergantian model yang sedang berlangsung, restrukturisasi pabrik, dan dampak tarif Amerika Serikat (AS) pada impor mobil.

Laporan itu mengungkapkan penurunan ekspor kendaraan yang signifikan ke dua pasar luar negeri terbesar Inggris pada bulan tersebut, yakni pengiriman ke Uni Eropa (UE) merosot 22,5 persen. Sementara, ekspor ke AS anjlok 55,4 persen.

Pangsa pasar AS untuk ekspor mobil Inggris terus menurun sebelum kesepakatan yang tercapai belum lama ini oleh pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer dengan Washington, langkah kunci dalam menstabilkan perdagangan dengan negara tujuan ekspor mobil terbesar Inggris.

Terlepas dari kontraksi parah tersebut, Kepala Eksekutif SMMT Mike Hawes menyuarakan optimisme yang hati-hati.

Foto udara yang diambil pada 17 Februari 2023 menunjukkan Pelabuhan Liverpool di Liverpool, Inggris. ANTARA/Xinhua/David Rawcliffe

“Meskipun 2025 terbukti menjadi tahun yang sangat menantang untuk produksi otomotif Inggris, ada tanda-tanda awal harapan,” kata Hawes, seraya menyebutkan perjanjian perdagangan dengan AS dan strategi industri yang menyadari peran sektor ini dalam pertumbuhan ekonomi.

Hawes menekankan perlunya implementasi kebijakan secepatnya guna mengurangi biaya energi industri, yang menurutnya masih terus menjadi ancaman bagi daya saing internasional sektor tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    6 Bacaan Niat Puasa Ramadan, Ini Daftar Pilihannya!

    Jakarta – Selama bulan suci Ramadan, disunahkan menjalani sahur agar lebih kuat saat berpuasa. Saat sahur, jangan lupa untuk membaca niat puasa Ramadan. Mengutip dari situs NU Online, ada enam…

    Strategi Paket Bundling demi MBG Tetap Dibagikan saat Libur Lebaran

    Jakarta – Pendistribusian makan bergizi gratis (MBG) tetap terlaksana selama periode libur Idul Fitri dan cuti bersama 1447 Hijriah. Namun, kini mekanisme yang dihadirkan berbeda, Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *