Legislator: Orang tua perlu dikenakan sanksi ketika anaknya tawuran

Legislator: Orang tua perlu dikenakan sanksi ketika anaknya tawuran

  • Jumat, 27 Juni 2025 15:22 WIB
  • waktu baca 2 menit
Legislator: Orang tua perlu dikenakan sanksi ketika anaknya tawuran
Tawuran terjadi di Jalan Dr Saharjo, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2025). ANTARA/HO-Instagram.com/jakarta.terkini

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mengusulkan agar orang tua perlu dikenakan sanksi ketika anaknya terlibat tawuran untuk memberikan efek jera dan tanggung jawabnya.

“Saya kira ada waktunya juga di Jakarta untuk menerapkan sanksi terhadap orang tua juga,” kata Justin di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, tawuran di Jakarta yang kerap terjadi itu perlu ditanggulangi, diantaranya dengan memberikan sanksi kepada orang tua yang anaknya terlibat tawuran.

Baca juga: DKI kaji sejumlah kebijakan untuk atasi tawuran

Oleh karena itu, sekolah tidak bisa disalahkan ketika anak didiknya terlibat tawuran sebab rerata anak-anak lebih sering berada di rumah ketimbang di sekolah.

Untuk itu, peran orang tua dalam pengasuhan anak juga mempengaruhi karakter anaknya sehingga orang tua harus bertanggung jawab atas tumbuh kembang anaknya.

“Orang tua juga yang menentukan prilaku anak. Dan jangan sampai anak usia 14 tahun, 15 tahun, dibiarkan keluyuran sampai pagi tanpa ada pengawasan,” ujarnya.

Justin mengusulkan ketika sekolah gratis diterapkan di Jakarta, nantinya orang tua juga harus bertanggung jawab penuh, di mana ketika anak-anak tidak masuk sekolah atau tawuran maka orang tua harus dikenakan sanksi atau denda.

“Kita butuh kerja sama dari semua pihak yang ada. Jadi saya kira sudah waktunya di Jakarta, orang tua juga dilibatkan. Harus ada perdanya untuk keterlibatan orang tua,” kata dia.

Baca juga: Polda Metro Jaya tangkap 17 remaja yang hendak tawuran di Jakpus

Baca juga: Ini penyebab korban meninggal akibat tawuran di Jatinegara

Diketahui bahwa tawuran di Jakarta kerap dilakukan oleh pelajar atau usia sekolah, mereka tidak segan melukai lawannya dengan menggunakan senjata tajam.

Tawuran juga kerap menimbulkan korban, baik mengalami luka-luka maupun meninggal dunia, untuk itu peran orang tua dibutuhkan dalam mendidik anak-anaknya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    AS-Israel Serang Iran, Prabowo Siap Mediasi ke Teheran

    Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan keprihatinan atas gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak terhadap eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Kemlu menyatakan…

    Cerita Warga Garoga Jalani Puasa di Tenda Pengungsian

    TIDAK ada bising petasan yang dimainkan anak-anak setelah ibadah salat tarawih pada Ramadan tahun ini. Anak-anak saat ini cenderung langsung beristirahat menunggu waktu sahur puasa tiba. “Sebagian ada yang tadarus…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *