Malut jadikan Kejurnas Panjat Tebing momen uji kemampuan

Panjat Tebing

Malut jadikan Kejurnas Panjat Tebing momen uji kemampuan

  • Senin, 23 Juni 2025 01:38 WIB
  • waktu baca 2 menit
Malut jadikan Kejurnas Panjat Tebing momen uji kemampuan
Manajer tim panjat tebing Maluku Utara (Malut) Ramdani Ali, menjawab pertanyaan ANTARA, di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Minggu (22/6/2025) malam. ANTARA/Donny Aditra

Jakarta (ANTARA) – Manajer tim panjat tebing Maluku Utara (Malut) Ramdani Ali mengatakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur 2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Tangerang, Banten, sebagai momentum untuk uji kemampuan.

Menurut dia, ajang nasional yang diadakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing (PP FPTI) itu, merupakan tempat yang tepat untuk menguji hasil latihan keempat atlet asal provinsi tersebut sehingga bisa mengetahui sejauh mana kemampuan yang sudah dilatih selama ini.

“Target kami di tahun ini atau minimal sampai Desember akan berupaya untuk mendapat medali di kejuaraan yang lain, tetapi untuk kejurnas disini memang merupakan tahap pembelajaran dari atlet-atlet muda,” kata pria yang juga Ketua Harian FPTI Malut itu kepada ANTARA, di lokasi kejurnas tersebut, Minggu (22/6) malam.

Ia menjelaskan, FPTI di provinsinya sedang membangun bibit-bibit atlet panjat tebing di daerah itu.

Meski masih minim sarana dan prasarana untuk latihan, namun semangat para pengurus terus menyala demi sumbangsih prestasi bagi provinsi dan negara ke depan.

“Persiapan kami memang minim karena FPTI Malut baru terbentuk 3 bulan, jadi targetnya memang uji kemampuan datang ke kejurnas,” ujar dia.

Ramdani menambahkan, selama ini para atlet memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh salah universitas untuk berlatih.

Baca juga: Jawa Tengah kalahkan Jawa Tengah dalam speed youth A putri

Bahkan, alat yang tersedia hanya untuk latihan nomor boulder, sehingga masih sangat terbatas.

Maluku Utara mengirim empat atlet untuk bertanding dalam nomor boulder dan lead, yakni Muhamad Halki Halid, Fathar Hamzah, Zulfikar Kansil, dan Zulkifli Hamisi.

Tiga dari empat atlet muda itu menembus babak semifinal, yakni Halki (semifinal lead dan boulder junior putra, ⁠Fathar (semifinal boulder junior putra), dan Zulfikar (semifinal boulder youth A putra).

Kejurnas diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni.

Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri.

Pengelompokkan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun).

Baca juga: Sumsel patahkan dominasi tim asal Jawa dalam Kejurnas panjat tebing

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Sebelum Salat Idul Fitri Boleh Makan atau Tidak? Simak Ketentuannya

    Jakarta – Salat Idul Fitri dilakukan serentak pada tanggal 1 Syawal. Sehubungan dengan hal tersebut, apakah boleh makan sebelum salat Idul Fitri? Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), pada hari Idul…

    Jokowi Merayakan Lebaran di Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden ketujuh, Joko Widodo, bersama Iriana Jokowi akan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di Jakarta. Jokowi berencana mengikuti salat Idul Fitri di Masjid Jami’ Al-Bina, Gelora Bung…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *