Pemasangan hidran di permukiman padat penduduk masih kurang

Pemasangan hidran di permukiman padat penduduk masih kurang

  • Rabu, 18 Juni 2025 22:23 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemasangan hidran di permukiman padat penduduk masih kurang
Peninjauan pembangunan hidran mandiri di Gang Setia U, RT 011, RW 05, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2024). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Jakarta (ANTARA) – Pemasangan hidran di permukiman padat penduduk di DKI Jakarta hingga saat ini masih kurang dan belum merata, padahal sangat dibutuhkan sebagai upaya menekan kasus kebakaran.

“Tidak semua hidran tersedia di beberapa titik yang berpotensi kebakaran. Ini harus jadi prioritas,” kata Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono di Jakarta, Rabu.

Mujiyono mengatakan hidran sangat dibutuhkan sebagai upaya menekan kasus kebakaran yang kerap terjadi di permukiman padat penduduk karena sulit dijangkau mobil pemadam.

Pada beberapa kasus kebakaran, personel Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) kesulitan menjangkau titik api dikarenakan sulitnya akses.

“Penanganannya juga jauh lebih susah. Karena mobil besar dengan kapasitas air 4.000 liter sulit masuk ke permukiman padat penduduk,” ujarnya usai rapat kerja pembahasan Ranperda P2APBD Tahun 2024 bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Baca juga: PMI Jakbar salurkan bantuan bagi korban kebakaran di Jati Pulo Jakbar

Menurut dia, selain itu, waktu tanggap darurat (respon time) juga belum maksimal.

Karena itu, Dinas Gulkarmat diharapkan bisa lebih cepat datang apabila terdapat kasus kebakaran.

“Banyak faktor yang mempengaruhi 'respons time'. SDM, sarana prasarana, dan kesadaran masyarakat yang tak kalah penting,” katanya.

Ia juga mengimbau warga, khususnya di permukiman padat penduduk agar lebih sadar akan bahaya kebakaran.

Dengan begitu, memudahkan mitigasi ataupun pencegahan, seperti penggunaan instalasi listrik yang tidak standar berpotensi menjadi penyebab kebakaran.

Baca juga: BPBD salurkan bantuan logistik bagi korban kebakaran di Palmerah

“Banyak hal yang bisa ditelaah, salah satunya instalasi yang tidak benar, kabel dan perangkat lain yang tidak standar,” katanya.

Data yang dihimpun ANTARA menyebutkan, per Januari 2025 terdapat sekitar 40 unit hidran mandiri.

Target ideal menurut DPRD DKI adalah tersebar hingga ke 267 kelurahan.

Jika setiap kelurahan idealnya memiliki setidaknya satu unit, masih sangat jauh dari angka ideal.

Saat ini baru mencakup sekitar 15 persen dari target kelurahan.

Baca juga: Enam rumah tinggal di Palmerah Jakbar dilalap si jago merah

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    OTT Wali Kota Madiun Terkait Fee Proyek dan Dana CSR

    Jakarta – KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun, Maidi. KPK menyebut OTT ini berkaitan dengan kasus dugaan fee proyek dan dana corporate social responsibility (CSR) di…

    Geger Mayat Bayi di Empang Bogor, Sempat Dikira Boneka

    Kabupaten Bogor – Penemuan mayat bayi mengambang di kolam empang di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, menggegerkan warga. Warga sempat mengira objek mengambang tersebut merupakan boneka. Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito, mengatakan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *