Menengok proses pembuatan keris di Karanganyar, Jawa Tengah

Menengok proses pembuatan keris di Karanganyar, Jawa Tengah

  • Rabu, 18 Juni 2025 17:19 WIB
  • waktu baca 1 menit
Menengok proses pembuatan keris di Karanganyar, Jawa Tengah
Para perajin menempa logam untuk membuat keris, belati asimetris tradisional Jawa, di sanggar Padepokan Keris Brojobuwono di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 17 Juni 2025. ANTARA/Xinhua/Bram Selo

Karanganyar (ANTARA) – Pada 19 April tahun ini, pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Keris Nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya melestarikan keris sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Pada 2005, keris diakui oleh UNESCO sebagai Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity), serta telah dicantumkan sebagai warisan budaya takbenda dunia sejak 2008.

Beberapa peralatan untuk membuat keris, belati asimetris tradisional Jawa, dipajang di sanggar Padepokan Keris Brojobuwono di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 17 Juni 2025. (Xinhua/Bram Selo)
Deretan koleksi keris, belati asimetris tradisional Jawa, dan warangka kayu dipajang di sanggar Padepokan Keris Brojobuwono di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 17 Juni 2025. (Xinhua/Bram Selo)

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *