KP2MI-KPPPA-Kemnaker kaji rencana penempatan caregiver di Singapura

KP2MI-KPPPA-Kemnaker kaji rencana penempatan caregiver di Singapura

  • Kamis, 12 Juni 2025 23:25 WIB
  • waktu baca 2 menit
KP2MI-KPPPA-Kemnaker kaji rencana penempatan caregiver di Singapura
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani saat berbicara dalam kunjungan Yayasan Matauli ke KemenP2MI Jakarta, Rabu (11/6/2025). (ANTARA/HO-KP2MI)

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama dua kementerian lain mengkaji dan mematangkan rencana untuk menempatkan pengasuh (caregiver) bagi lanjut usia di Singapura.

Kedua kementerian lain itu adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KemenPPPA) serta Kementerian Ketenagakerjaan, sebagaimana keterangan KP2MI di Jakarta, Kamis.

“Nantinya kita akan menggunakan skema p to p (private to private) untuk penempatan caregiver ini,” kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani dalam diskusi daring bersama, Kamis (12/6).

Dalam upaya tersebut, KP2MI telah menyeleksi 5 perusahaan penempatan pekerja migran (P3MI) yang nantinya akan terlibat dalam penempatan pekerja migran terampil di Singapura.

P3MI yang dipilih nantinya adalah yang berpengalaman dalam penempatan pekerja migran domestik di Singapura dan memiliki track record baik, khususnya dalam hal tenaga pengasuh.

P3MI tersebut akan dipertemukan dengan agensi pekerja migran yang ada di Singapura, yang juga diakui keabsahannya (dikurasi) melalui peran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sana.

Christina juga mendorong agar durasi proses penempatan yang biasanya memakan waktu 3-4 bulan bisa dipangkas dan dipercepat untuk proyek percontohan tersebut.

“Kita ingin agar prosesnya dipercepat,” kata Christina.

Sementara itu, KemenPPPA juga telah menyampaikan rencana pelatihan 20 level kompetensi yang harus diikuti 200 calon pekerja migran selama 2 pekan.

“Dari 34 kompetensi, hanya 20 level kompetensi yang akan kita uji untuk calon pekerja migran. Ini cukup untuk bisa menangani pasien lansia yang berkondisi sehat maupun yang sakit,” kata perwakilan dari KemenPPPA, Susan.

Sedangkan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan, Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker Agung Nur Rohmad juga merespons baik kolaborasi lintas kementerian tersebut.

Kemenaker, kata dia, akan membantu melatih calon pekerja migran untuk bekerja di Singapura. “Kami menyiapkan program pelatihan dan skema sertifikasi,” katanya.

Agung menambahkan bahwa Kemenaker juga akan menyusun perjanjian kerja sama antara balai latihan, Kementerian P2MI dan Kementerian PPPA untuk proyek percontohan tersebut.

Baca juga: RI siapkan 200 “caregiver” perempuan untuk bekerja di Singapura

Baca juga: RI, Jepang memulai kerja sama dalam sektor caregiver

Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *