ISI: Integrasi teknologi baru penting dukung pertahanan tangguh

ISI: Integrasi teknologi baru penting dukung pertahanan tangguh

  • Kamis, 12 Juni 2025 21:23 WIB
  • waktu baca 3 menit
ISI: Integrasi teknologi baru penting dukung pertahanan tangguh
Suasana talk show bertema “From Global Trends to National Strategy: Integrating Emerging Tech into Indonesia’s Defence Landscape” di Indo Defence Expo & Forum 2025 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/6/2025). (ANTARA/HO-ISI)

Jakarta (ANTARA) – Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) menekankan pentingnya integrasi teknologi-teknologi baru untuk mendukung postur pertahanan yang tangguh, berdaulat, dan adaptif sehingga memungkinkan Indonesia untuk mendorong kawasan Indo-Pasifik yang stabil, aman, dan berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Penasihat ISI Muhammad Hadianto dalam sambutan pembukanya saat talk show bertema From Global Trends to National Strategy: Integrating Emerging Tech into Indonesia's Defence Landscape di Indo Defence Expo & Forum 2025 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis dikutip dari keterangan resminya.

Talk Show itu mengulas langkah yang diperlukan oleh Indonesia untuk mengintegrasikan teknologi-teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), sistem nirawak, teknologi siber, dan bioteknologi ke dalam sistem pertahanannya, khususnya melalui kerangka besar strategi Perisai Trisula Nusantara.

Lebih lanjut, Hadianto juga menggarisbawahi kontribusi penting adaptasi teknologi untuk mendukung konsep pertahanan nasional Perisai Trisula Nusantara.

Dilaksanakan secara kolaboratif dengan Republikorp, pelaku industri pertahanan Indonesia milik swasta, ia menyampaikan bahwa hal tersebut merefleksikan sinergi yang kuat antara pelaku industri pertahanan dan lembaga kajian strategis untuk memastikan bahwa kapabilitas pertahanan nasional diperkuat oleh kajian akademik dan needs-based assessment yang dilahirkan secara profesional.

Talk show tersebut turut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Direktur Riset ISI Curie Maharani yang membahas transformasi industri pertahanan melalui integrasi teknologi baru, kesiapan industri lokal, dan kerja sama strategis

Baca juga: KSAD gelar pertemuan bilateral dengan sejumlah negara di Indo Defence

Baca juga: Kemenhan: Indo Defence adalah pameran sekaligus ajang diplomasi pertahanan

Selanjutnya, Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Nusa Putra Teddy Mantoro yang menekankan praktikal penerapan AI pada surveillance, sistem pintar, dan pendeteksi ancaman.

Curie menjelaskan perihal emerging technology yang membuka berbagai cakrawala strategi dan kesempatan taktis yang bergantung tidak hanya pada suatu senjata tetapi sistem integrasi yang canggih.

Hal itu dicontohkan pada kasus pemakaian emerging technologies di berbagai belahan dunia seperti unmanned underwater vehicle (UUV), critical undersea infrastructure (CIU), unmanned aerial vehicle (UAV), advanced sabotage operation, dan teknologi luar angkasa.

Curie menggarisbawahi kurangnya dukungan Pemerintah Indonesia, khususnya untuk adopsi teknologi seperti 72 persen program drone di Indonesia berakhir pada tahapan prototipe saja (ISI internal data).

Sedangkan dalam hal AI, Teddy memaparkan berbagai contoh praktikal AI dalam militer. Dimulai dengan pengenalan target serta pendeteksi ancaman musuh, Teddy menggarisbawahi peran AI dalam inovasi dan pencegahan, termasuk isu etika, teknis dan kapasitas yang perlu untuk ditingkatkan lebih lanjut.

Talk show tersebut menjadi bagian dari upaya ISI untuk memajukan tata kelola pertahanan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi masa depan, sejalan dengan dinamika geopolitik Indo-Pasifik dan kebutuhan pertahanan Indonesia sebagai negara kepulauan strategis.

Para peserta mencakup pemangku kebijakan pertahanan, perwakilan TNI, Universitas Pertahanan, dan Kementerian Pertahanan, industri teknologi dan pertahanan serta akademisi dan publik, termasuk Kepala Staf Angkatan Laut ke-24 Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik India di Jakarta Col. Shiv Kumar, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhan Herlina Juni Risma Saragih, dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menhut: NTSP upaya lestarikan keanekaragaman hayati di TNWK

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menhut: NTSP upaya lestarikan keanekaragaman hayati di TNWK Sabtu, 30 Agustus 2025 21:13 WIB waktu baca 3 menit…

    Akhmad Munir prioritaskan konsolidasi usai terpilih sebagai Ketum PWI

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Akhmad Munir prioritaskan konsolidasi usai terpilih sebagai Ketum PWI Sabtu, 30 Agustus 2025 21:13 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *