CISDI harap media tekankan aspek kesehatan saat beritakan cukai rokok

CISDI harap media tekankan aspek kesehatan saat beritakan cukai rokok

  • Rabu, 11 Juni 2025 13:23 WIB
  • waktu baca 2 menit
CISDI harap media tekankan aspek kesehatan saat beritakan cukai rokok
Project Lead CISDI Beladenta Amalia dalam kegiatan editor’s meeting bertajuk “Mendorong Kebijakan Kenaikan Cukai Rokok Melalui Peran Media” di Jakarta, Rabu (11/6/2025). ANTARA/Tri Meilani Ameliya

Jakarta (ANTARA) – Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) mengharapkan segenap media di tanah air dalam setiap pemublikasian berita mengenai kebijakan cukai rokok lebih menekankan informasi mengenai kesehatan.

“Tentu saja dibutuhkan jurnalisme yang kritis dan dukungan media untuk mendekatkan isu yang berpihak kepada kesehatan masyarakat,” kata Project Lead CISDI Beladenta Amalia dalam kegiatan editor's meeting bertajuk “Mendorong Kebijakan Kenaikan Cukai Rokok Melalui Peran Media” di Jakarta, Rabu.

Menurut Bela, sapaan akrab Beladenta Amalia, peran media tersebut bernilai penting untuk mengedukasi masyarakat bahwa kebijakan cukai rokok tidak hanya terkait dengan kenaikan harga, tetapi juga berkaitan dengan upaya untuk menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan perekonomian.

Ia pun mengungkapkan riset CISDI pada 2021 telah menunjukkan bahwa konsumsi rokok memberikan beban biaya kesehatan sebesar Rp17,9 hingga Rp27,7 triliun selama kurun waktu setahun akibat penyakit yang timbul dan berasosiasi dengan rokok.

Menurut Bela, pemerintah sudah sepatutnya membuat rokok tidak terjangkau bagi masyarakat untuk menekankan beban kesehatan yang masih begitu besar itu.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Benget Saragih telah menyampaikan bahwa konsumsi rokok yang tinggi dapat mengakibatkan 737 kematian setiap hari sekaligus menyebabkan defisit keuangan BPJS.

Riset, kata dia, menunjukkan kerugian makro ekonomi akibat konsumsi rokok mencapai Rp600 triliun atau empat kali lebih tinggi dari penerimaan negara dari cukai rokok.

Bahkan, lanjutnya, hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 diketahui Indonesia adalah negara ketiga di dunia setelah China dan India dengan jumlah konsumsi rokok dan rokok elektronik mencapai 63,1 juta dan terus meningkat dalam 10 tahun terakhir, terutama konsumsi rokok elektronik.

“Pemerintah butuh dukungan banyak pihak untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat demi kesehatannya,” kata dia.

Baca juga: CISDI: Menaikkan harga rokok bisa cegah remaja merokok
Baca juga: Legislator: Penting rumuskan kebijakan cukai berimbang

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    CAF mencabut gelar AFCON Senegal, Maroko dinyatakan sebagai juara Afrika

    Badan banding memutuskan Senegal kalah pada final Januari setelah para pemain keluar lapangan untuk memprotes keputusan tersebut. Badan sepak bola Afrika telah mencopot Senegal dari gelar Piala Afrika (AFCON) yang…

    Michael Martin dari Irlandia dan Trump dalam pertukaran Hari St Patrick yang canggung

    Irlandia, yang mengambil sikap tegas terhadap genosida di Gaza, juga menyatakan tegas terhadap Iran, namun Martin dikritik karena menyatakan secara pasif. Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin telah bertemu dengan Presiden…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *