Uni Afrika suarakan kekhawatiran terkait larangan perjalanan AS

Uni Afrika suarakan kekhawatiran terkait larangan perjalanan AS

  • Sabtu, 7 Juni 2025 11:15 WIB
  • waktu baca 2 menit
Uni Afrika suarakan kekhawatiran terkait larangan perjalanan AS
Foto yang diambil pada 15 Februari 2025 menunjukkan gedung-gedung Markas Besar Uni Afrika (AU) di Addis Ababa, Ethiopia. ANTARA/Xinhua/Han Xu

Addis Ababa (ANTARA) – Uni Afrika (UA) menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi dampak negatif dari larangan perjalanan yang baru diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS), yang mempengaruhi warga negara dari sejumlah negara, termasuk beberapa negara di Afrika.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (5/6), Komisi UA mengakui hak kedaulatan semua negara untuk melindungi perbatasan mereka dan memastikan keamanan warga negaranya. Namun, Komisi UA mendesak AS untuk menggunakan hak tersebut dengan cara yang seimbang, berdasarkan pada bukti, dan mencerminkan kemitraan jangka panjang antara AS dan Afrika.

Komisi UA tetap khawatir dengan potensi dampak negatif dari larangan perjalanan tersebut terhadap hubungan antar masyarakat, pertukaran pendidikan, interaksi perdagangan, dan hubungan diplomatik yang lebih luas yang telah dibina secara hati-hati selama puluhan tahun, sebut pernyataan itu.

Foto yang diambil pada 12 Februari 2025 menunjukkan sebagian pemandangan di dalam Markas Besar Uni Afrika (AU) di Addis Ababa, Ethiopia. ANTARA/Xinhua/Han Xu

Komisi UA juga meminta pemerintah AS untuk mempertimbangkan penerapan kebijakan yang lebih konsultatif dan melakukan dialog konstruktif dengan negara-negara yang terdampak oleh larangan itu.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (4/6) malam waktu setempat menandatangani sebuah pengumuman yang melarang perjalanan dari negara-negara tertentu dengan alasan risiko keamanan nasional.

Menurut rilis dari Gedung Putih, pengumuman tersebut, yang dijadwalkan akan mulai berlaku pada Senin (9/6) depan, akan melarang penuh masuknya warga negara dari 12 negara, yaitu Afghanistan, Chad, Republik Kongo, Guinea Khatulistiwa, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Myanmar, Somalia, Sudan, dan Yaman.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Polri Kerahkan 317 Ribu Personel Amankan Malam Takbiran se-Indonesia

    Jakarta – Polri telah menyiapkan skema pengamanan malam takbiran Idul Fitri atau Lebaran 2026. Ada 317.000 personel yang dilibatkan dalam pengamanan malam ini. “Pengamanan tahun ini melibatkan total 317.666 personel…

    Puan Harap Idul Fitri 1447 H Jadi Momentum Memperkuat Kebersamaan

    Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dia berharap momen Lebaran 2026 dapat mempererat kebersamaan bangsa untuk membangun…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *