BNN Sumbar gagalkan upaya penyelundupan 1,5 kilogram sabu-sabu

BNN Sumbar gagalkan upaya penyelundupan 1,5 kilogram sabu-sabu

  • Rabu, 14 Mei 2025 05:53 WIB
  • waktu baca 2 menit
BNN Sumbar gagalkan upaya penyelundupan 1,5 kilogram sabu-sabu
Tim gabungan BNN Provinsi Sumatera Barat menangkap terduga pelaku beserta barang bukti narkotika sekitar 1,5 kilogram sabu-sabu di Kota Bukittinggi, Selasa (13/5/2025). ANTARA/HO-Humas BNN Sumbar

Berdasarkan keterangan awal dari salah seorang tersangka, sabu-sabu tersebut berasal dari seseorang di wilayah Bireuen, Aceh,

Padang (ANTARA) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,5 kilogram di Kota Bukittinggi.

“Tim gabungan BNNP Sumbar bersama BNNK Payakumbuh dan BNNK Pasaman Barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 1,5 kilogram yang dibawa dari Provinsi Aceh,” kata Kepala BNNP Sumbar Brigjen Polisi Ricky Yanuarfi di Padang, Selasa.

Brigjen Ricky mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen yang diperoleh Tim Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumbar pada Senin (12/5), adanya rencana pengiriman narkotika jenis sabu-sabu dari Provinsi Aceh menggunakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS).

Menindaklanjuti informasi tersebut tim gabungan melakukan pengamatan intensif di perbatasan Sumatera Utara dan Sumbar. Sekitar pukul 07.36 WIB, bus ALS yang dicurigai membawa pelaku melintasi daerah perbatasan.

Baca juga: BNN: Potensi transaksi belanja narkoba ilegal Rp524 triliun per tahun

Setibanya di pool PT ALS Kota Bukittinggi pukul 09.30 WIB, tim gabungan langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga tersangka masing-masing berinisial AL (41) Asal Bireuen, Aceh, N (24) asal Aceh Utara dan S (38) dari Aceh Timur.

Dari penggeledahan yang dilakukan petugas ditemukan paket sabu-sabu yang disembunyikan di berbagai tempat pada tubuh pelaku dengan modus penyamaran.

Selain itu, tim gabungan juga mengamankan barang bukti lainnya yakni satu buah buku rekening dan tiga kartu ATM, lima unit telepon genggam, serta satu buah dompet berwarna cokelat.

“Berdasarkan keterangan awal dari salah seorang tersangka, sabu-sabu tersebut berasal dari seseorang di wilayah Bireuen, Aceh,” ujarnya.

Baca juga: Pengadilan Tinggi perkuat vonis mati pemilik pabrik ekstasi di Medan

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.

“Kami tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi peredaran gelap narkotika di wilayah Sumbar,” tegasnya.

Terakhir, kata dia, BNNP Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

Baca juga: BNN Bali ungkap jaringan narkoba Rusia libatkan dua WNA Kazakhtan

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    JDS sebut pemusnahan amunisi harus sesuai dengan SOP yang berlaku

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi JDS sebut pemusnahan amunisi harus sesuai dengan SOP yang berlaku Rabu, 14 Mei 2025 10:00 WIB waktu baca…

    Truk tangki BBM tabrak tiga bangunan ruko di Cakung Jakarta Timur

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Truk tangki BBM tabrak tiga bangunan ruko di Cakung Jakarta Timur Rabu, 14 Mei 2025 09:58 WIB waktu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *