Tujuh daerah di Sumsel waspada karhutla saat kemarau panjang

Tujuh daerah di Sumsel waspada karhutla saat kemarau panjang

  • Senin, 12 Mei 2025 15:56 WIB
  • waktu baca 2 menit
Tujuh daerah di Sumsel waspada karhutla saat kemarau panjang
Tim Satgas BPBD OKU Selatan memadamkan api karhutla di Bumi Agung, Senin (9/9/2024). ANTARA/HO-BPBD OKU Selatan

Palembang (ANTARA) – Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Wilayah Sumatera menyebutkan tujuh daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi lokasi waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat kemarau panjang.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Wilayah Sumatera Ferdian Kristanto di Palembang, Senin, mengatakan tujuh kabupaten di Sumsel sebagai rawan karhutla menjelang kemarau 2025, yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara (Muratara).

“Wilayah gambut seperti di Kabupaten OKI, Muba, sebagian Muara Enim, dan Banyuasin terus menjadi perhatian utama. Demikian juga dengan Ogan Ilir, terutama di sekitar jalan lintas dan jalan tol, serta Musi Rawas dan Muratara,” katanya.

Meskipun beberapa daerah masih diguyur hujan, katanya, sebagian wilayah lainnya mulai merasakan suhu udara yang panas dan minim curah hujan.

Baca juga: Kalimantan Timur jadi kawasan penanganan khusus karhutla karena IKN

Hal itu, katanya, meningkatkan potensi kebakaran akibat bahan bakar alami, seperti daun kering dan gambut yang mudah terbakar.

“Beberapa kabupaten sudah mulai terasa panas dengan jarak hari tanpa hujan yang semakin panjang. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan lebih tinggi dari semua pihak,” katanya.

Ia menjelaskan upaya antisipasi telah diperkuat melalui patroli rutin yang diperluas sejak awal tahun, khususnya pada April dan Mei.

Satgas karhutla juga akan segera dibentuk dan status siaga darurat karhutla di beberapa daerah, seperti Ogan Ilir, akan segera ditetapkan.

“Kami tidak boleh lengah meskipun api yang muncul kecil. Prediksi menunjukkan kemarau tahun ini akan lebih panjang dibandingkan 2024,” katanya.

Ferdian berharap, dengan langkah-langkah antisipasi yang lebih intensif, dampak karhutla di Sumsel tahun ini dapat diminimalkan.

“Kami optimistis dengan pengawasan dan kerja sama semua pihak, karhutla tahun ini bisa ditangani lebih baik,” kata dia.

Baca juga: Menteri LH imbau pengusaha sawit tertib aturan siaga karhutla

Baca juga: BPBD Sumsel ingatkan perusahaan perkebunan siaga karhutla

Baca juga: BNPB: Operasi modifikasi cuaca di Riau dilanjutkan hingga 12 Mei 2025

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Prabowo Pastikan Ekonomi Tak Terganggu Usai Cabut Izin

    PRESIDEN Prabowo Subianto menginstruksikan supaya pencabutan izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatera tidak mengganggu kegiatan perekonomian di wilayah tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menerangkan, pencabutan izin ini akan ditindaklanjuti…

    Banjir Jakarta, BPBD Catat 80 RT dan 23 Ruas Jalan Tergenang

    Di Jakarta Barat, banjir merendam 22 RT, antara lain di Kedaung Kali Angke, Kedoya Utara, Rawa Buaya, Kapuk, serta Sukabumi Selatan dan Utara. 22 Januari 2026 | 19.07 WIB Perbesar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *