5,99 juta orang gunakan QRIS di Jakarta

5,99 juta orang gunakan QRIS di Jakarta

  • Kamis, 8 Mei 2025 17:02 WIB
  • waktu baca 2 menit
5,99 juta orang gunakan QRIS di Jakarta
Arsip foto – Calon penumpang menempelkan ponsel ke mesin pemindai untuk membayar kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat (14/3/2025). Bank Indonesia meluncurkan layanan pembayaran QRIS Tap berbasis Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan pengguna cukup menempelkan ponsel ke mesin pemindai saat membayar belanja, KRL dan MRT sebagai inovasi untuk semakin mempermudah pembayaran digital. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta mencatat 5,99 juta orang menggunakan “Quick Response Code Indonesian Standard” (QRIS) di Jakarta pada Maret 2025 atau 10,65 persen pangsa nasional.

“Penggunaan QRIS di Jakarta sekarang sudah mencapai 5,99 juta. Ini tumbuh 5 persen dan mencapai 10,65 persen pangsa nasional,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, perhelatan acara strategis dan pendalaman terkait literasi digital ikut mendorong angka penggunaan metode pembayaran digital tersebut.

Sementara dari sisi volume transaksi, penggunaan QRIS pada Triwulan I/2025 atau Januari hingga Maret 2025 mencapai 907 juta atau tumbuh 166 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Dan ini tentunya didorong dari sisi suplai, seiring meningkatnya akseptasi pelaku usaha terhadap QRIS yang mencapai 6 juta atau tumbuh 14 persen,” kata Arlyana.

Baca juga: Ekonomi Jakarta diperkirakan tumbuh 4,6 persen pada 2025

Baca juga: QRIS Tap NFC bakal diterapkan di transportasi umum Jakarta

Di sisi lain, dia juga menyampaikan terkait QRIS tanpa pindai atau QRIS Tap pada sektor transportasi yang diluncurkan pada Maret lalu.

Melalui metode pembayaran tersebut, pengguna cukup menempelkan telepon seluler (ponsel) ke mesin pemindai saat membayar belanjaan, KRL dan MRT.

Arlyana berharap penerapan metode ini dapat meningkatkan efisiensi pembayaran sektor transportasi dan dapat mendorong ekosistem daya saing Jakarta sebagai kota global.

“Kita harapkan selanjutnya dapat diperluas di seluruh stasiun dan rute MRT, Transjakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek dan KRL Jabodetabek dan pada akhirnya akan bisa 'interlink' dengan 'merchant' dan juga ke moda transportasi lainnya,” katanya.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    22 Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum untuk Idul Fitri 2026

    Jakarta – Taqabbalallahu Minna Wa Minkum sering diucapkan saat perayaan Idul Fitri. Apa artinya? Dikutip dari situs Kementerian Agama (Kemenag) RI, arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum secara harfiah adalah ‘Semoga…

    12.500 Pemudik PLN Nikmati Mudik Ramah Lingkungan

    INFO TEMPO – Program Mudik Gratis BUMN 2026 resmi digelar dengan melibatkan berbagai perusahaan pelat merah, termasuk PT PLN (Persero) yang memberangkatkan sebanyak 12.500 pemudik dari berbagai kota di Indonesia.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *